IHSG dibuka melemah tipis di tengah minimnya sentimen positif

IHSG dibuka melemah tipis di tengah minimnya sentimen positif

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka melemah tipis sebesar 5,85 poin di tengah minimnya sentimen positif yang beredar.

IHSG dibuka 5,85 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.252,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,12 persen (0,11 persen) menjadi 986,87.

"Penurunan IHSG disinyalir karena kurangnya sentimen positif domestik," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Indonesia Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

Baca juga: IHSG Selasa dibuka melemah 5,85 poin

Di sisi lain, lanjut dia, kasus COVID-19 yang belum menunjukkan penurunan masih menjadi kekhawatiran pelaku pasar atas pendemi akan lebih lama, yang akhirnya kembali terdampak bagi perekonomian nasional.

"Diharapkan penerapan PPKM di wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021, dapat menurunkan penularan wabah COVID-19," katanya.

Kendati demikian, ia memprediksi, peluang bagi IHSG kembali menguat pada perdagangan Selasa ini masih terbuka.

Ia menyampaikan bauran katalis positif bagi bursa di antaranya datang dari Bank Indonesia akan tetap memberikan stimulus moneter.

Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp372,3 triliun untuk mendongkrak daya beli dan konsumsi masyarakat serta
mempercepat pemulihan ekonomi nasional

Sementara itu, bursa saham regional Asia Selasa pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 185,68 poin atau 0,64 persen ke 28.636,60, indeks Hang Seng turun 288,45 poin atau 0,96 persen ke 29.870,55, dan indeks Straits Times melemah 17,74 poin atau 0,60 ke 2.955,91.

Baca juga: Saham Hong Kong dibuka melemah, indeks HSI terpangkas 0,88 persen
Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih rendah karena aksi ambil untung
Baca juga: IHSG ditutup jatuh, tertekan kekhawatiran meluasnya kasus COVID-19

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021