Hari kelima vaksinasi di RSD Wisma Atlet, 582 nakes telah divaksin

Hari kelima vaksinasi di RSD Wisma Atlet, 582 nakes telah divaksin

Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S.,M.A.R.S., M.H berbicara dalam konferensi pers Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin (25/1/2021). ANTARA/Katriana.

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet mencatat vaksinasi COVID-19 di rumah sakit tersebut hingga Senin atau hari kelima program itu telah dilakukan terhadap 582 tenaga kesehatan (nakes).

"Sampai saat ini, hari kelima, sudah divaksinasi 582 orang atau nakes. Dan mungkin hari ini bertambah sekitar 180 nakes yang akan divaksinasi," kata Koordinator RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S.,M.A.R.S., M.H dalam konferensi pers Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan total tenaga kesehatan yang telah didaftarkan untuk divaksinasi COVID-19 di rumah sakit tersebut 2.220 orang. Dari jumlah tersebut, 582 nakes di antaranya telah divaksin.

Terkait dengan pelaksanaannya, Tugas mengatakan vaksinasi tetap dilakukan di RSD Wisma Atlet bekerja sama dengan petugas Puskesmas Kemayoran dan dibantu Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI dan tim ambulans gawat darurat yang ditempatkan di wisma itu untuk berjaga-jaga bilamana terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Untuk pelayanan KIPI, sebelahnya adalah rumah sakit yang menempel di sana adalah RS Mitra Kemayoran. Sehingga di situ kita koordinasi, kalau ada yang KIPI tentunya agar bisa teratasi dengan baik," ujar dia.

Ia berharap, vaksinasi berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kekebalan komunal hingga 70-80 persen dari total penduduk, sehingga Bangsa Indonesia dapat segera memusnahkan pandemi COVID-19 dari Bumi Periwi.

Baca juga: Tito ingatkan vaksin COVID-19 bukanlah obat

Dalam vaksinasi di Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya mengatakan bahwa saat ini telah ada sekitar dua ribu tenaga kesehatan yang divaksin dari total 9.150 orang.

Namun, ia mengaku ada kendala selama proses vaksinasi tersebut, yaitu notifikasi pada pesan tertulis untuk target-target yang akan divaksinasi.

"Jadi banyak target yang sudah masuk. Tapi karena enggak dapat notifikasi kemudian belum bisa dilaksanakan," katanya.

Dirinya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat segera mengatasi permasalahan tersebut.

Baca juga: IDI sampaikan saran saat vaksinasi COVID-19 agar antibodi terbentuk
Baca juga: Sejumlah pejabat daerah di Kabupaten Banyumas divaksin COVID-19


#satgascovid19
#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
#vaksincovid19
Pewarta : Katriana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021