LPEM-UI: Dana Desa pengaruhi aktivitas ekonomi desa saat pandemi

LPEM-UI: Dana Desa pengaruhi aktivitas ekonomi desa saat pandemi

Peneliti di LPEM-FEB UI and Reseach Cluster on Urban and Transportation Economics FEB UI M.H. Yudhistira, Ph.D berbicara dalam Diseminasi Hasil Riset tentang COVID-19, Dana Desa, dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Jakarta, Senin (25/1/2021). (ANTARA/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB-UI) menyatakan Dana Desa memberikan pengaruh terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga desa selama pandemi COVID-19.

"Kami melihat ada hubungan positif dan secara statistik signifikan," kata peneliti di LPEM-FEB UI and Reseach Cluster on Urban and Transportation Economics FEB UI M.H. Yudhistira, Ph.D dalam Diseminasi Hasil Riset tentang COVID-19, Dana Desa, dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual di Jakarta, Senin.

Bahwa pertumbuhan atau aktivitas ekonomi di desa, salah satunya bisa ditangkap oleh aktivitas pada malam hari, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan cahaya malam hari, Facebook mobility, Google Mobility Index dan data Dana Desa untuk melihat sejauh mana pengaruh penggunaan Dana Desa terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga di desa.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa 10 persen kenaikan Dana Desa berhubungan dengan kenaikan 1,2 persentase poin pada intensitas cahaya malam hari atau average light intensity (ALI). Nilai tersebut setara dengan 0,13 persen produk domestik bruto (PDB).

Jika pemanfaatan Dana Desa tersebut dilihat dari kategori desa yang menerima, yaitu ada desa yang sangat tertinggal, tertinggal, berkembang dan maju, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa lebih banyak mendorong aktivitas perekonomian di desa-desa dengan kategori tertinggal, berkembang dan maju.

"Sedangkan di desa yang sangat tertinggal, di sini impact-nya semakin ke atas itu asosiasi atau keterkaitan Dana Desa dengan aktivitas ekonominya lebih tinggi," kata Yudhistira.

Di desa yang sangat tertinggal, penggunaan Dana Desa memiliki pengaruh yang lebih rendah dibandingkan dengan pengaruhnya di desa yang tertinggal, berkembang dan maju.

"Ini adalah sebuah fenomena yang mungkin juga menarik untuk didalami, kenapa fenomena itu terjadi?" katanya.

Fenomena tersebut, katanya, kemungkinan dipengaruhi oleh aspek pemanfaatannya, isu sumber daya manusia (SDM) di desa tersebut, atau juga dipengaruhi oleh isu alokasi dan distribusi.

"Di sini memang ada potensi disparitas baru. Bahwa impact-nya harusnya kita berharap bahwa Dana Desa di desa yang sangat tertinggal itu memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan dengan tertinggal, berkembang dan maju," katanya.

Namun, data tersebut menunjukkan bahwa Dana Desa belum memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan ekonomi di desa yang sangat tertinggal, dibandingkan dengan desa-desa dengan kategori lainnya.

Meski demikian, secara umum alokasi Dana Desa untuk mengintervensi krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 bisa memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap upaya pemulihan ekonomi.
Pewarta : Katriana
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021