Mahasiswa UMM ajak petani buat pestisida alami dari limbah tembakau

Mahasiswa UMM ajak petani buat pestisida alami dari limbah tembakau

Tangkapan layar - Penjelasan terkait manfaat limbah tembakau bagi tanaman yang diolah menjadi pestisida alami. ANTARA/HO-UMM.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Lima orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengajak para petani di Kabupaten Blitar untuk membuat pestisida alami dengan bahan dari limbah tembakau.

Melihat banyaknya limbah tembakau dan puntung rokok di dusun Sumberejo, Blitar, Jawa Timur, menggerakkan lima mahasiswa UMM tersebut untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi limbah tembakau tersebut.

Ketua kelompok inovasi pestisida alami berbahan baku limbah tembakau tersebut, Vera Yunita Wulandari di Malang, Kamis, mengemukakan ide tersebut muncul dari kebiasaan petani tembakau  di lingkungan rumahnya di Dusun Sumberejo yang membuang tembakau kering yang tidak layak jual, padahal limbah itu bisa menjadi bahan baku pestisida alami.

"Bapak-bapak di sini juga gemar merokok, sehingga sampah rokok yang dihasilkan juga cukup banyak," kata mahasiswi Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM tersebut.

Baca juga: FTUI kenalkan biopestisida tanaman palawija di Lombok Timur

Berbekal kondisi itu, ia dan empat mahasiswa lain yaitu Achmad Septiano Febrian, Lusi Liana Ningrum, Nayunda Nanda Rista, dan Nur Alvina Proborini melakukan penelitian untuk mengetahui kandungan tembakau.

Mereka menemukan bahwa nikotin dalam tembakau bisa dijadikan pestisida alami. Dan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, katanya, ide tersebut diajukan ke Program Kreativitas Mahasiswa-Teknologi (PKM-T) dan mendapat pendanaan riset dari Dikti.

Vera menjelaskan beberapa peraturan Dikti berubah karena adanya pandemi COVID-19, salah satunya agenda sosialisasi yang hanya bisa diadakan secara daring.

Meski demikian, ia dan tim tetap melakukan usaha yang maksimal agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Jadi, kami membuat video tutorial. Videonya tidak diperbolehkan menggunakan orang sungguhan, akhirnya kami menggunakan video animasi untuk memudahkan para petani dalam memahami materi dengan baik,” kata mahasiswi kelahiran Blitar ini.

Baca juga: Wamendag: pasar ekspor biopestisida besar

Menurut dia, meskipun tidak bisa melakukan praktik langsung di lapangan, para petani tembakau sangat antusias dengan materi yang diberikan.

"Selain mengurangi limbah dan sampah, kami berharap para petani dapat mengembangkan keterampilan baru dengan membuat pestisida alami ini. Lebih-lebih bila mampu membantu perekonomian para petani tembakau," ucapnya.

Kegiatan pembuatan pestisida alami berbahan baku limbah tembakau bagi para petani di Blitar itu sudah dilakukan kelima mahasiswa tersebut sejak Agustus 2020.

Baca juga: Pelajar Bengkulu ciptakan pestisida berbahan kulit jengkol
Baca juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya buat pestisida dari tempurung kelapa
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021