Sriwijaya Air kembali berangkatkan empat keluarga korban ke Jakarta

Sriwijaya Air kembali berangkatkan empat keluarga korban ke Jakarta

Syarif Rapiq Yusop Alidrus suami dari Panca Widya Nursanti guru SMK Negeri 3 Pontianak salah satu korban, saat mempersiapkan keberangkatannya ke Jakarta.  (Foto Slamet Ardiansyah)

Pontianak (ANTARA) - Pihak Sriwijaya Air kembali memberangkatkan ke Jakarta empat orang keluarga inti korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, kata District Manager Sriwijaya Air Pontianak, Faisal Rahman, Senin.

"Tadi pagi kami sudah memberangkatkan sembilan orang keluarga inti dari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182 di wilayah Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Dan sore ini setelah melakukan tes usap empat orang keluarga korban kembali kami berangkatkan," kata Faisal Rahman di Sungai Raya.

Ia mengatakan pihaknya masih terus menunggu dan akan memfasilitasi keluarga korban lainnya yang akan berangkat ke Jakarta. Dengan diberangkatkannya empat orang tersebut hingga kini sudah sebanyak 14 orang keluarga korban yang telah di berangkatkan dari Pontianak ke Jakarta.

"Hingga saat ini sebanyak 41 orang di Kalbar ini yang telah melaporkan kepada kami, bahwa keluarganya termasuk sebagai penumpang pesawat Sriwijaya yang mengalami musibah. Maka bila ada yang masih mau berangkat ke Jakarta semuanya akan tetap kami fasilitasi," kata Faisal.

Sementara itu, Rafiq Syarif Alidrus suami Panca Widya Nursanti (korban) yang merupakan guru SMK Negeri 3 Pontianak mengaku dirinya pasrah atas musibah yang menimpa istrinya.

"Keberangkatan saya ke Jakarta ingin memastikan dan mendapatkan informasi yang pasti kondisi istri saya. Kemudian atas kejadian ini saya pasrah saja dan tidak ada yang disalahkan karena ini sudah kehendak Yang Maha Kuasa," kata Rafiq.

Meski mengaku iklas, Rafiq tampak sangat terpukul dengan kejadian musibah tersebut. Dari kedua bola matanya tampak linangan air mata yang tak sanggup ia tahan.

"Di Jakarta nanti, ia menginginkan dapat kejelasan seperti apa kondisi istrinya. Insya Allah, mudah-mudahan cepat ditemukan dan saya berharap jika sudah ditemukan bisa dibawa pulang ke Pontianak agar saya dapat menjelaskan kepada keluarga besar kami yang ada di sini," katanya.
 
Pewarta : Andilala dan Slamet Ardiansyah
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021