Pemkot Jaksel imbau warga tidak rayakan tahun baru

Pemkot Jaksel imbau warga tidak rayakan tahun baru

Warga meluncur dengan 'skateboard' di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Selain kawasan Kota Tua, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menutup area-area publik dan tempat wisata, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Gelora Bung Karno (GBK), Lapangan Banteng, Taman Impian Jaya Ancol, dan sejumlah tempat lainnya pada masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 untuk mengantisipasi kerumunan yang bisa menjadi klaster penularan (COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengimbau warganya untuk tidak mengadakan dan mengikuti kegiatan perayaan tahun baru 2021 guna menekan penularan COVID-19.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, untuk bijak dalam bertindak dengan tidak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan perayaan tahun baru 2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan," imbau Marullah lewat video yang disiarkan di akun Instagram milik Kominfotik Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Gubernur dan Wagub DKI diskusikan perkembangan COVID-19 dengan Luhut

Dalam video tersebut, Marullah mengingatkan bahwa situasi pandemi COVID-19 tidak terus membaik, dengan meningkatnya angka kasus harian positif di DKI Jakarta dan terbatasnya kapasitas rumah sakit.

Oleh karena itu, Marullah mengimbau masyarakat Kota Jakarta Selatan agar bijak menyikapi kondisi menjelang berakhirnya tahun 2020 dan awal tahun 2021 ini dengan tidak bereuforia  untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

"Pastikan keluarga dan warga kita tetap sehat dan terjaga dari COVID-19," kata Marullah.

Baca juga: Sejumlah jalan di Jakarta ditutup total saat malam Tahun Baru

Marullah juga mengimbau kepada pelaku usaha di wilayah Jakarta Selatan untuk mematuhi jam operasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, selama libur Tahun Baru 2021.

Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Seruan Gubernur (Sergub) No 17 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam pencegahan COVID-19 pada masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Sergub tersebut tidak hanya mengatur pengetatan 3M di rumah, tapi juga membatasi jam operasional kantor, pusat perbelanjaan hingga tempat makan.

Baca juga: Isi liburan Sudin KPKP Jaksel hadirkan demo masak tanaman 'Superfood'

Dalam Sergub tersebut, pada 24-27 Desember 2020 serta 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, kegiatan usaha seperti restoran, pusat perbelanjaan dan kafe diharapkan dapat berhenti beroperasi pada pukul 19.00 WIB.

"Mari, bersama kita jaga Jakarta, dan jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan tidak menghadiri kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan ataupun keramaian," ujar Marullah.

Video imbauan untuk tidak merayakan tahun baru ini diunggah di sejumlah akun media sosial milik Kominfotik Jakarta Selatan sejak Selasa (29/12).
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020