Jakarta (ANTARA) - Cuaca buruk dan pandemi COVID-19 membuat para pencari "vitamin sea" alias mereka yang ingin menikmati suasana di laut terpaksa mengurungkan niat di pantai Bondi yang ikonik di Sydney, Australia, Jumat. Pantai ini merupakan tempat wisata yang dikunjungi ribuan orang setiap Natal.

Dengan ditutupnya perbatasan luar Australia dan terbatasnya pariwisata domestik, warga Sydney memiliki kesempatan langka untuk menikmatinya sendiri.

Tetapi hujan dan wabah baru-baru ini dari virus corona baru di pinggiran pantai utara kota terbesar di Australia -- yang telah membuat lebih dari seperempat juta orang tidak kemana-mana selama hampir seminggu -- membuat jumlah pengunjung tetap menurun.

Baca juga: Bosan di rumah saja? Berikut game bertema Natal

Pada siang hari, hanya ada sekitar 100 orang yang berenang, berselancar, dan berpose di depan pohon Natal yang didirikan oleh para penjaga pantai.

"Kami harus menikmati momen ini," kata warga setempat Celio Agostinho seperti dikutip dari Reuters.

"Bawalah sedikit kebahagiaan dalam situasi ini, berikan sedikit cahaya, berikan sedikit harapan, sedikit kegilaan. Itulah Bondi, itulah arti Natal."

Berkat penanganan cepat dan ketat, Australia telah mencapai hasil yang jauh lebih baik daripada kebanyakan negara maju lainnya dalam memerangi COVID-19, dengan hanya di bawah 28.300 kasus dan 908 kematian. Pada Jumat, diperkirakan ada 156 kasus aktif di seluruh negeri.

Baca juga: Sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney kembali buka

Baca juga: Pantai Bondi di Australia ditutup demi tekan penularan COVID-19

Baca juga: Sopir taksi dan kernet berbulu ramaikan Natal di Kolombia

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020