Gereja di Batam terapkan protokol kesehatan dalam ibadah malam Natal

Gereja di Batam terapkan protokol kesehatan dalam ibadah malam Natal

Suasana ibadah malam Natal di GPIB Zebulon Batam, Kamis (24/12/2020). ANTARA/HO-GPIB Zebulon.

Batam (ANTARA) - Gereja-gereja di Kota Batam, Kepulauan Riau, menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan ibadah di malam Natal 2020. 

Pihak gereja mewajibkan seluruh jamaat untuk mencuci tangan, mengenakan masker, juga harus melalui pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gereja. Mereka yang terdeteksi bersihin tinggi dilarang memasuki area ibadah.

Ketua panitia Natal jemaat GPIB Zebulon Fredi Simanjuntak di Batam, Kamis (24/12), mengatakan tidak seluruh jemaat dapat mengikuti ibadah tatap muka. Mereka yang masih anak-anak, lanjut usia, dan yang rentan lainnya diminta mengikuti ibadah yang diadakan  dalam jaring (daring). 

"Untuk jamaat yang usianya di atas 60 tahun mengikuti ibadah dari rumah karena prosesi ibadah juga memanfaatkan 'live streaming YouTube'," kata dia.

Bagi yang mengikuti ibadah langsung di gereja, maka jamaat harus mendaftarkan diri untuk memperoleh nomor kursi di gereja.
 
Jemaat mencuci tangan, demi mematuhi protokol kesehatan dalam ibadah malam Natal di GPIB Zebulon Batam, Kamis (24/12/2020) (ANTARA/HO-GPIB Zebulon)


Secara terpisah Ketua II Bidang Germasa Dkn Celcon Carliston Sihombing menyampaikan ibadah mam Natal tetap dilaksanakan seperti biasa. Tidak ada rumpun ibadah yang dikurangi, hanya waktunya saja yang dipercepat.

"Misalnya khutbah biasanya 30 menit sampai satu jam, sekarang dikurangi," kata dia.

Sedangkan terkait protokol kesehatan, ia mengatakan  jamaat yang ingin hadir di gereja hanya perlu mendaftar untuk mendapatkan nomor kursi.

Namun, bagi mereka yang baru pulang dari luar kota, mudik saat Natal, diwajibkan menyertakan hasil rapid tes antigen.

Sama dengan GPIB Zebulon, Tabgha SP Batuaji juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Jamaat GPIB Zebulon Margaretha Nainggolan mengatakan untuk mengikuti jamaah luar jaringan mereka harus mendaftar. Usianya pun dibatasi hanya yang berada di kisaran usia 12 hingga 60 tahun saja. 

"Anak-anak dan usia di atas 60 tahun tidak boleh," kata dia.

Dan demi menjaga jarak, maka pihak gereja membatasi jumlah jamaat yang dapat hadir langsung, yaitu sebanyak 150 orang di dalam gereja dan sekitar 50 orang di luar, dengan pengaturan tempat duduk yang lengang.

"Padahal biasanya sekali ibadah bisa sampai ribuan jamaat," kata Margaretha.

Dan untuk mengakomodir mereka yang ingin mengikuti ibadah, maka pihak gereja membagi menjadi tiga sesi, yaitu pukul 16.00 WIB, 18.00 WIB dan 20.00 WIB.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020