Menteri PUPR optimis dua hal ini akan bangkitkan pasar properti 2021

Menteri PUPR optimis dua hal ini akan bangkitkan pasar properti 2021

Tangkapan layar - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (22/12/2020). ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis kehadiran vaksin Covid-19 dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan membangkitkan kembali pasar properti pada tahun 2021.

"Dengan adanya kemudahan perizinan, pemanfaatan lahan (UU Cipta Kerja), dan juga dengan adanya vaksin Covid-19 maka saya yakin pada tahun depan akan membangkitkan kembali pasar atau kebutuhan rumah oleh rakyat," ujar Menteri Basuki dalam seminar daring di Jakarta, Selasa.

Menteri PUPR berharap di tahun 2021 dengan kemungkinan dimulainya program vaksinasi Covid-19 untuk rakyat, ini sudah mulai menggairahkan kepercayaan masyarakat kepada rakyat Indonesia untuk bergeliat dalam mengaktifkan kembali roda perekonomian nasional.

Baca juga: Rumah.com hadirkan outlook pasar properti 2021

Ditambah lagi dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja, ini juga akan mempermudah tentang perizinan regulasi dalam pembangunan perumahan di kawasan-kawasan daerah.

"Mungkin nanti FLPP yang telah dianggarkan untuk tahun depan akan kita evaluasi untuk bisa dilakukan penambahan, apabila memang dibutuhkan oleh rakyat," kata  Basuki.

Menteri PUPR melihat subsidi FLPP ini sangat menarik, bunga 5 persen dan subsidi uang muka sebesar Rp4 juta tunai untuk rakyat dalam rangka mengurus administrasi, serta dokumen-dokumen penting terkait.

Baca juga: Wapres: Program satu juta rumah tak capai target karena pandemi

Dengan demikian masyarakat benar-benar bisa memiliki rumah dengan angsuran sekitar Rp600.000 sampai dengan Rp700.000 per bulan.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan 30 bank pelaksana/penyalur dana bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021.

Menurut dia, perumahan merupakan sektor ekonomi yang memiliki efek berantai (multiplier effect) besar karena dapat menggerakkan berbagai industri turunannya mulai dari material bangunan hingga industri furnitur dan elektronik.

Menteri kembali mengingatkan kepada para pengembang perumahan dan bank pelaksana FLPP akan pentingnya kualitas bangunan rumah, terutama kualitas rumah subsidi yang layak huni.

Baca juga: Pengembang properti diminta bantu pemulihan ekonomi nasional

Baca juga: Normal baru, Kementerian PUPR dorong pengembang properti bangkit

Baca juga: Kementerian PUPR ingin pengembang bantu bangkitkan pasar properti

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020