Kepala BNPB: Selalu waspada, bencana kejadian yang berulang

Kepala BNPB: Selalu waspada, bencana kejadian yang berulang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kedua kanan) bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (ketiga kanan) meninjau lokasi banjir yang menerjang Perumahan De Flamboyan, Medan, Sumatera Utara, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/Lmo/hp.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bencana adalah kejadian yang berulang sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah yang pernah terjadi bencana harus selalu waspada.

"Jangan bosan-bosan mengingatkan bangsa kita. Semua daerah yang pernah mengalami bencana, akan berulang," kata Doni dalam Seminar Nasional Sosialisasi dan Pembelajaran Pemulihan Pascabencana yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa.

Doni mengatakan hasil penelitian terhadap struktur tanah di lokasi, tsunami bukan yang pertama kali terjadi di Aceh. Penelitian menemukan bahwa tanah Aceh sudah berkali-kali mengalami tsunami.

Begitu pula dengan di Sulawesi Tengah. Beberapa literatur mencatat sejumlah bencana pernah terjadi di wilayah Palu dan sekitarnya. Bahkan, peneliti geologi ITB Prof John Ario Katili pernah mengatakan Palu tidak tepat untuk menjadi ibukota provinsi karena potensi bencana yang bisa terjadi.

Baca juga: Doni Monardo: Bencana peristiwa berulang termasuk pandemi

Baca juga: Bencana alam bukan hukuman Tuhan tapi kejadian berulang


"Bencana selalu berulang. Hanya Allah, Tuhan yang maha kuasa yang tahu kapan akan bencana akan kembali terjadi," tuturnya.

Karena itu, Doni menyampaikan pujian dan ucapan terima kasih kepada para peneliti yang tidak ragu dan segan menyampaikan hasil riset di bidang kebencanaan.

Namun, dia berharap setiap hasil penelitian terkait bencana dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kementerian/lembaga terkait sebelum dikomunikasikan kepada publik.

Terkait dengan kemungkinan bencana berulang, Doni mengatakan pemerintah sudah memutuskan zona merah di Palu dan sekitarnya yang tidak boleh dibangun kembali setelah bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi.

"Jangan kembali ke tempat yang pernah terjadi tsunami. Entah kapan terjadi, kemungkinan akan terulang kembali," katanya.*

Baca juga: BNPB sebut gempa biasanya berulang di tempat yang sama
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020