Kemendag: Kolaborasi diperlukan untuk dorong UMKM "go digital"

Kemendag: Kolaborasi diperlukan untuk dorong UMKM

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Syailendra (kanan bawah) dalam pembukaan peluncuran GoBiz Plus secara virtual, Selasa (15/12/2020). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Syailendra, mengatakan bahwa kolaborasi antarpihak penting untuk mendorong akselerasi digital (go digital) UMKM di Indonesia, terutama dalam masa pandemi COVID-19.

"Selama masa pandemi, pelaku UMKM menghadapi tantangan besar, terutama karena daya beli masyarakat yang menurun cukup drastis," kata Syailendra dalam peluncuran GoBiz Plus secara virtual, Selasa.

"Demi mendukung UMKM untuk bangkit dan semakin maju, upaya kolaborasi dan inovasi agar pasar UMKM Indonesia semakin luas harus menjadi prioritas," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kemkominfo dorong kemitraan multipihak untuk transformasi digital

Baca juga: Kominfo manfaatkan frekuensi migrasi tv digital untuk 5G mulai Q3 2021


Ia kemudian membagi data Kementerian Koperasi dan UKM yang menyebutkan bahwa kontribusi terhadap struktur ekonomi Indonesia itu 99 persen berasal dari UMKM, dengan nilai pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan sebesar 60 persen.

Situasi pandemi membuat sektor perdagangan termasuk UMKM terpukul. Syailendra menambahkan, selama pandemi ini ada sejumlah masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM, mulai dari turunnya daya beli, tantangan di distribusi dan produksi, hingga akses permodalan/pembiayaan.

Lebih lanjut, Syailendra berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan perusahaan teknologi mampu membuka ruang baru bagi para pelaku UMKM untuk kembali berdagang dengan tidak mengandalkan kontak fisik.

"Ini sejalan dengan sebagaimana Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah mengedepankan aspek kolaborasi, sinergi, kreativitas, inovasi dan kecepatan untuk beradaptasi dengan cara baru di era digital, tak terkecuali dengan penanganan COVID-19 untuk wujudkan pemulihan ekonomi Indonesia," jelasnya.

Peluncuran kolaborasi antarpihak pun menurutnya adalah sinergi yang dapat memberi manfaat untuk meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus mewujudkan pemenuhan target inklusi keuangan digital di Indonesia.

"Pemerintah mendorong berbagai pihak untuk utamakan kepentingan dan roda ekonomi nasional. Menjaga roda perdagangan salah satunya dengan mendorongnya di platform daring," kata Syailendra.

"Kolaborasi juga membantu program pemerintah untuk membantu UMKM yang terdampak dan mempercepat transformasi digital UMKM Indonesia dan memanfaatkannya bukan hanya sebagai alternatif, tapi juga sebagai media untuk tingkatkan kapasaitas dan daya saing produk," pungkasnya.

Baca juga: Gojek - BCA luncurkan GoBiz Plus, mudahkan transaksi nontunai UMKM

Baca juga: Mulai 2021, Kemendag wajibkan komoditas dagang antarpulau tercatat

Baca juga: Kemendag terbitkan peraturan permudah pemantauan barang
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020