KPPIP: 11 Proyek Strategis Nasional telah rampung tahun ini

KPPIP: 11 Proyek Strategis Nasional telah rampung tahun ini

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua KPPIP Wahyu Utomo saat menyampaikan paparan mengenai pengembangan PSN di Jakarta, Selasa (8/12/2020). ANTARA/Humas Kemenko Perekonomian.

Jakarta (ANTARA) - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyatakan sebanyak 11 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp135,2 triliun telah selesai selama periode Januari hingga 4 Desember 2020.

“Penyelesaian ini berjalan sesuai dengan target yang telah disesuaikan pada awal masa pandemi kemarin," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Selasa.

Wahyu yang juga menjabat Ketua Pelaksana KPPIP mengatakan sebanyak 24 PSN saat ini juga sudah beroperasi sebagian, sehingga seluruh PSN, selain sektor energi, diperkirakan selesai pada triwulan III-2024.

"KPPIP juga berhasil mendorong enam proyek melewati tahap penyiapan, termasuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Penambahan Lingkup Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR usulkan 9 jalan tol masuk Proyek Strategis Nasional

Sebelumnya pada awal 2020 KPPIP telah mengevaluasi 269 usulan PSN dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha swasta, dan PSN existing dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018 dengan kriteria dasar, strategis, dan operasional.

Berdasarkan kriteria tersebut, sebanyak 201 proyek dan 10 program yang mencakup 22 sektor dengan total nilai investasi Rp4.817,7 triliun telah ditetapkan sebagai daftar PSN terbaru dalam Perpres 109/2020.

Berbagai proyek dan program PSN tersebut mencakup proyek dengan pembiayaan yang bersumber dari APBN/APBD, BUMN, dan/atau swasta.

"Evaluasi daftar PSN itu mempertimbangkan daftar PSN sebelumnya serta usulan-usulan baru menggunakan kriteria dasar, kriteria strategis, dan kriteria operasional, serta berperan mendukung pusat kegiatan ekonomi," kata Wahyu.

Baca juga: Darmin: Investasi Proyek Strategis Nasional capai Rp4.183 triliun

Pada 2021 Kemenko Perekonomian akan melanjutkan percepatan penyediaan PSN untuk mendorong perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemulihan industri dan pariwisata.

Untuk diketahui Daftar PSN pertama kali ditetapkan melalui Perpres 3/2016 meliputi 225 Proyek dan satu Program, lalu direvisi pada 2017 melalui penerbitan Perpres 58/2017 hingga meliputi 245 Proyek dan dua Program.

Daftar ini kemudian direvisi kembali pada tahun 2018 melalui Perpres 56/2018 hingga meliputi 223 Proyek dan tiga Program. Sejak tahun 2016 sampai dengan 4 Desember 2020, sebanyak 103 proyek senilai Rp602,7 triliun telah berhasil diselesaikan.

Baca juga: Pemerintah terbitkan Perpres 109/2020 dorong pelaksanaan PSN
Pewarta : Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020