BPBD Tarakan tidak memberi izin nobar debat kandidat selama pilkada

BPBD Tarakan tidak memberi izin nobar debat kandidat selama pilkada

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Ahmadi Burhan. ANTARA/Susylo Asmalyah.

Tarakan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan selama tahapan pemilihan Gubernur Kalimantan Utara tidak memberikan izin nonton bareng (nobar) debat kandidat.

“Ada yang mengajukan nonton bareng debat pilkada, pak Walikota dan Satgas COVID-19 tidak mengeluarkan rekomendasikan itu,” kata Kepala BPBD Kota Tarakan, Ahmadi Burhan di Tarakan, Sabtu.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berpotensi untuk berkumpulnya massa meski nobar debat tersebut memiliki tujuan yang baik. Sebelumnya, bahkan Walikota Tarakan, Khairul menyarankan agar warga menonton nonton di rumah, untuk mengurangi berkumpulnya orang dalam jumlah besar.

Penegakan sanksi untuk mereka yang melanggar protokol kesehatan, tambah dia, menjadi kewenangan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“BPBD tetap menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” kata Ahmadi.

Selama tahapan pilgub Kaltara ini, BPBD telah bekerja dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu Satpol PP untuk terus mengawasi dan mengingatkan agar tidak terjadi kerumunan massa yang bisa menimbulkan penularan COVID-19.

"Pada prinsipnya tetap mengimbau dan mengharapkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, karena tidak pernah tahu kapan pandemic COVID-19 berakhir," katanya.

Selain itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Tarakan semakin bertambah, karena adanya klaster pilkada. Jumlah kumulatif kasus positif sebanyak 962 orang, 10 meninggal dunia dan pasien yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 428 orang.

Pada pilgub Kaltara kali ini ada tiga pasangan Cagub-Cawagub Kaltara nomor urut satu yakni H. Udin Hiangio-Dr. H. Undunsyah, MH, M.Si (U2OK), nomor urut dua yakni Dr. H. Irianto Lambrie-H. Irwan Sabri, SE (IRAW) dan nomor urut tiga yakni Drs. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum-Dr. Yansen TP, M.Si (ZIYAP).

Baca juga: Usaha kuliner di Tarakan mulai berjalan dengan protokol kesehatan
Baca juga: Pemkot Tarakan lakukan pendampingan disabilitas selama masa pandemi
Baca juga: Tokoh masyarakat Kaltara ingatkan warga untuk taati protokol kesehatan

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker

Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020