70 pasien COVID-19 di Bantul sembuh

70 pasien COVID-19 di Bantul sembuh

Petugas Dinkes Bantul yang tengah menangani kasus positif COVID-19. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Sebanyak 70 pasien konfirmasi positif terinfeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir dinyatakan sembuh, sehingga total angka kesembuhan dari paparan virus corona baru tersebut per Jumat (4/12) sebanyak 1.446 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi Jumat malam, menyebutkan 70 pasien sembuh tersebut terbanyak dari Kecamatan Pajangan 24 orang, kemudian Kecamatan Sewon 13 orang, dan Kecamatan Banguntapan 10 orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Kasihan 10 orang, Kecamatan Pleret tiga orang, Kecamatan Piyungan dua orang, Kecamatan Srandakan dua orang, sisanya dari Kecamatan Sedayu, Jetis, Imogiri, Pandak, Sanden dan Kecamatan Kretek masing-masing satu orang.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah 35 menjadi 1.581 orang

Pada kesempatan yang sama, Gugus Tugas COVID-19 juga menginformasikan penambahan pasien konfirmasi positif sebanyak 13 orang berasal dari Kecamatan Kasihan lima orang, Kecamatan Sewon dua orang, Kecamatan Banguntapan empat orang, dan Kecamatan Bantul dua orang.

Dengan demikian total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi sejak awal pandemi hingga hari ini sebanyak 1.816 orang.

Sedangkan untuk pasien COVID-19 meninggal pada Jumat (4/12) dilaporkan bertambah satu orang berasal dari Kecamatan Imogiri, sehingga total kasus positif meninggal sebanyak 47 orang.

Dengan begitu, pasien positif COVID-19 domisili Bantul yang masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan saat ini sejumlah 303 orang.

Baca juga: Pembelajaran tatap muka di Bantul akan pertimbangkan grafik COVID-19

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis mengimbau kepada semua warga Bantul agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan komitmen bahwa protokol kesehatan itu merupakan kebutuhan yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di setiap interaksi dan aktifitas.

"Dengan demikian secara tidak langsung pelaksanaan protokol kesehatan yang baik, dan yang ketat itu merupakan kontribusi yang sangat kita harapkan dalam rangka pengendalian COVID-19 di Bantul," kata Helmi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul itu.

Penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 itu diantaranya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga jarak fisik, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Baca juga: Bantul berlakukan karantina mandiri satu komplek Ponpes Krapyak
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020