KCN: Pelabuhan Marunda bagian pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok

KCN: Pelabuhan Marunda bagian pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok

Foto udara aktivitas bongkar muat di kawasan pier 1 Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta Utara. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/pras.

Jakarta (ANTARA) - PT Karya Citra Nusantara (KCN) mengungkapkan kehadiran Pelabuhan Marunda untuk mendukung dan membantu Pelabuhan Tanjung Priok karena merupakan bagian dari Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Priok

"Pelabuhan Marunda bagian dari RIP Tanjung Priok yang merupakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok." kata Direktur KCN Widodo Setiadi kepada Antara di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, menurut Widodo, Pelabuhan Marunda harus mendukung Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan internasional dan tidak boleh menyaingi Pelabuhan Tanjung Priok.

Pemerintah menjadikan solusi alternatif di mana Pelabuhan Marunda sebagai pelabuhan curah. Dengan demikian pelimpahan dari Pelabuhan Tanjung Priok harus ditampung oleh Pelabuhan Marunda.

Baca juga: Pemprov DKI: Pelabuhan Marunda dorong investasi daerah dan nasional

"Walaupun izin badan usaha pelabuhan kita adalah pelabuhan umum, cuma dalam praktiknya kita sudah digariskan oleh pemerintah harus mendukung (Tanjung Priok)," kata Widodo Setiadi.

Direktur KCN tersebut mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan aspek waktu bongkar muat atau dwelling time Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan adanya keterlambatan pada aspek itu maka proses bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok dapat dipindahkan ke Pelabuhan Marunda, sehingga dwelling time dapat dipercepat.

"Pelabuhan Marunda pada intinya memiliki peran sebagai pelabuhan yang membantu untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Widodo Setiadi.

Baca juga: Meski pandemi, KCN capai target penerimaan logistik 100.000 ton/bulan

Sebelumnya Pengamat Transportasi Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyarankan agar pemerintah mengembangkan pelabuhan pengumpan (feeder) dalam rangka memaksimalkan Program Tol Laut sehingga dapat menekan disparitas harga.

Menurut dia, pengembangan pelabuhan feeder tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, perlu peran pemerintah daerah dan swasta.

Dengan begitu akan terbangun konektivitas yang menjamin kelancaran arus barang. Bentuk dan ukuran kapal juga harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga: KCN: Prospek bisnis pelabuhan di Indonesia besar dan terus berkembang
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020