Menteri Edhy: Jangan tinggalkan kampus kalau ingin sukses

Menteri Edhy: Jangan tinggalkan kampus kalau ingin sukses

Tangkapan layar - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA/M Razi Rahman/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan agar kalangan anak muda jangan sampai meninggalkan kampus perguruan tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan bila ke depannya ingin sukses dalam menjalani kehidupan.

"Jangan pernah meninggalkan kampus kalau mau berhasil," kata Menteri Edhy dalam rilis, Selasa.

Menurut Edhy Prabowo, keberadaan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan suatu negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengingatkan bahwa kampus merupakan gudang para intelektual yang bisa berperan penting bagi kemajuan suatu bangsa, termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

Untuk itu, Edhy mengajak agar berbagai perguruan tinggi dapat memperbanyak kajian-kajian kritis agar bisa menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kampus, Menteri Edhy menegaskan komitmennya untuk menghibahkan kapal-kapal para pencuri ikan, terutama kapal asing ke kampus-kampus yang memiliki jurusan kelautan dan perikanan.

Menurut dia, kapal-kapal tersebut akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk pembelajaran oleh para peserta didik di kampus-kampus perikanan.

Sebelumnya, KKP menyatakan telah memberikan pelatihan terkait sektor kelautan dan perikanan kepada hingga sebanyak 47.000 orang di berbagai daerah, yang dibantu dengan adanya teknologi penghubung jarak jauh.

"Kalau dulu itu ditargetkan kita hanya melatih 1.500 orang satu Indonesia per tahunnya, ternyata sekarang sejak pandemi, kita bisa melatih hingga 47.000 orang pada bulan Januari-Oktober 2020 ini. Jadi ternyata dengan menggunakan teknologi, kita bisa memperbanyak layanan kita," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja.

Untuk itu, Sjarief menegaskan ke depannya kegiatan penyuluhan sektor kelautan dan perikanan juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.

Sjarief juga mengajak seluruh penyuluh untuk menjadi motor penggerak masyarakat di wilayahnya dengan terus mengasah keahlian menggunakan teknologi digital.

Pasalnya, masih menurut dia, selain berorientasi pada produktivitas, kinerja penyuluh perikanan harus mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas dan capaian target di lapangan. Sehingga, penguatan SDM yang berbasis 4.0 dan 5.0 pun ke depannya juga menjadi syarat mutlak.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020