Masyarakat Samo kembalikan pangan lokal lewat festival rakyat

Masyarakat Samo kembalikan pangan lokal lewat festival rakyat

Pengunjung merekam anak-anak yang menarikan Tari Togal untuk menyambut tamu di Desa Samo, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (27/10/2020). ANTARA/Prisca Triferna Violleta.

Halmahera Selatan, Maluku Utar (ANTARA) - Masyarakat Desa Samo di pesisir barat Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menggelar festival rakyat untuk mengembalikan budaya hingga pangan lokal yang mulai pudar oleh modernisasi.

Kepala Desa Samo Jafar Anhar kepada ANTARA di sela-sela acara di desa di Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa, mengatakan Festival Rakyat Samo diadakan untuk mengembangkan budaya asli daerah itu mulai dari tarian, seperti Cakalele dan Togal, sampai kuliner dengan variasi masakan berbahan dasar sagu, seperti Sinyole.

"Yang dulunya sudah hilang sekarang kita kembangkan lagi," kata dia.

Sejumlah pemuda desa membuka festival rakyat tersebut dengan menarikan Cakalele di dermaga, tempat mereka menyambut tamu luar desa yang datang.

Selanjutnya pemuda desa lainnya mengantar para tamu ke lokasi festival dengan menarikan Togal yang diiringi alunan alat musik tifa, biola, dan alat musik mirip ukulele yang oleh masyarakat lokal disebut gambus.

Baca juga: Lestarikan seni tradisional, Banyumas gelar festival dalang cilik

Berbagai kudapan berbahan pangan lokal juga telah mereka siapkan dari mulai minuman jahe bernama guraka, kacang tanah, kenari dan pisang goreng, sedangkan untuk menu santap siang, mereka telah menyiapkan Sinyole, menu masakan berbahan dasar ikan dan sagu yang memang melimpah di daerah itu.

Masyarakat Samo, kata dia, telah mempersiapkan festival rakyat itu selama sebulan penuh, sedangkan penyelenggaraannya dibantu pula oleh Lembaga Swadaya Masyarakat PakaTiva. Pelaksanaannya berbarengan dengan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi tentang COVID-19 kepada masyarakat setempat yang dilakukan Yayasan EcoNusa yang sedang menggelar Ekspedisi Maluku.

CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar mengatakan usaha masyarakat di Desa Samo untuk mencapai kemandirian pangan dan menularkan pengetahuan mereka ke desa tetangga perlu diapresiasi.

Kegigihan mereka tercermin dari hasil pengembangan pertanian lokal dalam dua tahun terakhir guna mewujudkan kemandirian pangan desa.

"Supaya kasih lihat ke pemerintah di Jakarta bahwa Masyarakat Samo ada usaha untuk mendapatkan ketahanan pangan," ujar Bustar yang juga sempat menyerahkan sejumlah alat kesehatan, masker dan alat pertanian kepada masyarakat desa itu.

Baca juga: Festival topeng dan kesenian rakyat internasional di Ponorogo meriah
Baca juga: Ribuan orang tonton tarian Indonesia di festival rakyat internasional di Ekuador    
Pewarta : Prisca Triferna Violetta/Virna P Setyorini
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020