Guardiola catatkan awal musim terburuk dalam kariernya sebagai pelatih

Guardiola catatkan awal musim terburuk dalam kariernya sebagai pelatih

Ekspresi Pep Guardiola dalam pertandingan kontra West Ham dalam liga Inggris di London Stadium, London, Inggris pada 24 Oktober 2020.(Pool via REUTERS/PAUL CHILDS)

Jakarta (ANTARA) - Pep Guardiola dianggap menjalani awal musim terburuknya sebagai seorang pelatih, tetapi ia mengaku tidak akan mengeluh terkait penyakit dan cedera yang mengganggu Manchester City di awal musim ini.

City sekarang baru meraih delapan poin dari lima pertandingan pembukaan mereka setelah bermain imbang 1-1 dengan West Ham pada Sabtu (24/10).

Ini adalah awal paling lambat Manchester City sejak musim kedua mereka ketika dilatih Manuel Pellegrini pada 2014-15.

Hanya lima pemain (tidak termasuk kiper) dari skuat City asuhan Guardiola yang tersedia untuk setiap pertandingan sejak awal musim dan Sergio Aguero terancam akan kembali absen setelah mengalami cedera hamstring dalam pertandingan tersebut.

Aguero sendiri baru saja pulih dari cedera lutut serius, yang mengharuskannya absen selama empat bulan.

Baca juga: Cuma main satu babak lawan West Ham, Aguero ternyata cedera lagi

"Saya lebih suka mendapatkan hasil, tetapi juga harus menganalisis awal dan di mana kami berada," kata Guardiola usai pertandingan yang dikutip Goal.

"Kami mengalami kesulitan karena banyaknya pemain cedera, karena kurangnya persiapan dan tidak ada waktu pemulihan di antara pertandingan dan sejumlah laga sulit yang kami mainkan sejauh ini."

"Para pemain memberikan segalanya di lapangan, mereka bertarung hari ini dan mereka sangat lelah pada akhirnya, jadi sekarang kami hanya berpikir untuk pulih dan pertandingan berikutnya di Liga Champions."

Baca juga: Manchester City tanpa duo Brazil dalam lawatan ke West Ham
Baca juga: Manchester City menang, tapi dapat kabar buruk soal Fernandinho


City bertandang ke Stadion London tanpa Aymeric Laporte, Gabriel Jesus dan Fernandinho sementara Kevin De Bruyne dan Oleksandr Zinchenko belum cukup bugar dan haru bermain dari bangku cadangan.

Guardiola diketahui frustrasi oleh kurangnya persiapan tim setelah pramusim yang singkat akibat pandemi COVID-19, tetapi mengatakan bahwa ia tidak akan mencari alasan.

"Permainan yang kami mainkan dengan pemain bangku cadangan, dengan satu atau dua dari Akademi, tentu saja ada banyak kualitas - saya tidak mengeluh tentang itu," tambahnya.

"Saya bisa saja mengeluh tentang gol pertama West Ham, tetapi saya tidak mengatakan apa-apa."

Baca juga: Guardiola ingatkan terlalu dini coret City dari perburuan gelar

"Kenyataannya adalah kami kesulitan hanya dengan satu atau dua pekan persiapan dengan empat atau lima orang terinfeksi Covid dan kami membutuhkan waktu. Kami tidak memiliki waktu pemulihan cukup untuk para pemain."

"Penyerang kami [Jesus] cedera pada pertandingan pertama melawan Wolves. Sergio (Aguero) kembali setelah empat bulan, Kevin cedera, Gundogan baru pertama kalinya bisa bermain 90 menit."

"Untuk memainkan empat kompetisi setiap tiga hari, Anda membutuhkan seluruh skuat. Bila Anda tidak memiliki seluruh skuat, itu lebih sulit."

"Tahun ini karena Covid kami menyelesaikan kompetisi lebih lambat dari biasanya, kami mulai lebih lambat dari biasanya karena mereka perlu istirahat," tutup pelatih asal Spanyol itu.
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020