Pasien dengan komorbid penyebab terbanyak kematian COVID-19

Pasien dengan komorbid penyebab terbanyak kematian COVID-19

Ilustrasi - Tim medis RSKD Dadi Makassar yang siap menangani pasien COVID-19 dengan komorbid kejiwaan. ANTARA/HO-Humas RSKD Dadi

Jakarta (ANTARA) - Pasien konfirmasi positif COVID-19 dengan komorbid atau penyakit bawaan menjadi penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dipantau di Jakarta, Rabu, mejelaskan analisa di Provinsi Jawa Timur 95 persen pasien positif COVID-19 meninggal karena komorbid dengan jenis penyakit bawaan paling banyak di antaranya penyakit paru-paru dan jantung.

“Karena penyakit bawaan ada yang sakit paru-paru dan diabetes akan lebih sulit untuk recovery kondisi kesehatan. Ini menjadi perhatian khusus untuk mereka yang komorbid usahakan tidak sampai tertular,” kata Herlin.

Penyebab lain kematian pasien COVID-19 di Jawa Timur disebabkan lantaran pasien datang terlambat ke fasilitas kesehatan. Herlin mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi bahwa semua pasien positif COVID-19 tanpa gejala bisa isolasi di rumah.
Baca juga: Satgas: Penanganan sedini mungkin bagi pasien COVID-19 dengan komorbid

Selain itu warga juga diminta untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu, rajin cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker. Terkait kesiapsiagaan, lanjut Herlin, SDM kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan selalu dipantau dan akan dilakukan penambahan jika diperlukan.

“Insya Allah SDM kesehatan dan alat kesehatan aman di tiga bulan ini. Hal ini tidak jadi persoalan, karena kami sudah menyiapkan 127 rumah sakit tapi kalau pada saat kondisinya berat maka ada lima RS yang akan kami siapkan, yakni RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar, RSAL dr. Ramelan, RS Unair, RSUD Madiun,” ucap Herlin.

Sementara di Sulawesi Selatan penyebab terbanyak kematian pasien COVID-19 juga karena penyakit bawaan. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammad Ichsan Mustari mengatakan kasus kematian di wilayahnya hampir 97 persen diakibatkan oleh komorbid.

“Dari Sulawesi Selatan, jumlah kematian mengalami penurunan hingga 2,6 persen. Kasus kematian karena komorbid hampir 97 persen. Komorbid ini yang memperberat kondisi pasien,” tutur Ichsan. Namun demikian ia menjamin kesiapan fasilitas kesehatan dan SDM kesehatan untuk menangani pasien COVID-19 di Sulawesi Selatan.
Baca juga: Satgas COVID-19 jelaskan beberapa potensi penyebab kematian COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menyebut penyebab kematian pasien COVID-19 disebabkan oleh berbagai faktor. Secara teoritis ia menjelaskan penyebab kematian itu bisa disebabkan dari faktor agent, host, environment, dan pelayanan kesehatan.

Ia mencontohkan agent dalam kasus ini adalah virus SARS-CoV-2. Pasien positif COVID-19 dapat dilakukan tata laksana isolasi mandiri dan menurutnya hampir 100 persen pasien sembuh.

Faktor lain berupa host atau penderita COVID-19 yang sudah lansia dengan komorbid. Menurut dia sangat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap kematian. “Maka dari itu di Jawa Tengah dilakukan skrining kelompok rentan seperti ibu hamil, dan Lansia dengan komorbid. Mereka yang jadi prioritas tes,” ucap Yulianto.

Yulianto menilai alat-alat kesehatan pun bisa menjadi faktor penyebab kematian, seperti di antaranya ventilator. Menurutnya, tingkat kesembuhan dengan menggunakan ventilator itu rendah, maka dari itu alternatif lain yang dilakukan dengan menggunakan High-Flow Nasal Cannula.
Baca juga: Komorbid penyebab utama kematian pasien COVID-19 di Probolinggo
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020