Kasus positif COVID-19 bertambah lima orang di Tarakan

Kasus positif COVID-19 bertambah lima orang di Tarakan

Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke - 109 Kodim 0907/Tarakan mensterilkan lokasi kerjanya dengan desinfektan guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Tarakan, Ahad (4/10/2020). Dokumen Kodim 0907/Tarakan

Tarakan (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 bertambah lima orang di Tarakan sehingga total kumulatif menjadi 291, sedangkan yang sembuh bertambah dua orang, total jadi 257, kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Selasa.

Lima pasien yang positif COVID-19 itu berinisial RZF (1,6 tahun) warga Kelurahan Sebengkok, ER (38) warga Kelurahan Karang Harapan, EM (31) warga Kelurahan Kampung Empat RT l2, lalu F (32) warga Kelurahan Selumit Pantai RT, kemudian II dan A (41) warga Kelurahan Gunung Lingkas RT. 4.

Sedangkan dua pasien yang sembuh berinisial DP (31) warga Kelurahan Kampung Empat RT 10 dan CJM (20) warga Kelurahan Kampung Enam RT 13

Seluruh masyarakat Kota Tarakan, kata Devi, wajib patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan COVID-19, agar tidak semakin menyebar dan meluas.
Jumlah kasus suspek saat ini sebanyak 201 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah delapan orang

Baca juga: Tambah 29 kru kapal Surabaya, positif COVID-19 di Tarakan naik 221


“Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala dilihat apakah memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang memiliki transmisi lokal,” kata dia.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 325 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” katanya.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih, kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain-lain.

Saat ini jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 3.657 sampel. Jumlah spesimen yang menunggu hasil sebanyak 225.*

Baca juga: Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Tarakan bertambah 8 orang

Baca juga: Kasus COVID-19 di Tarakan bertambah lima menjadi 150 orang
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020