6.000 personel keamanan disiagakan jaga aksi di Istana Merdeka besok

6.000 personel keamanan disiagakan jaga aksi di Istana Merdeka besok

Petugas Kepolisian melakukan pengamanan menjelang aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Sebanyak kurang lebih 12 ribu personel gabungan TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta diterjunkan untuk mengawal aksi tersebut. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 6.000 petugas keamanan disiagakan untuk menjaga aksi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha pada Selasa (19/10).

"Kalau di sekitar Istana, sudah kita petakan sekitar 6.000 personel keamanan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto saat ditemui di Kawasan MH Thamrin, Jakata Pusat, Senin.

Pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan terkait adanya aksi yang ditujukan untuk Istana Merdeka, namun belum diketahui tuntutan aksi tersebut.

"Mereka nanti gabungan massanya, ada dari mahasiswa, ada dari ormas, ada beberapa elemen yang akan turun," ujar Heru.

Baca juga: Polisi tutup arus lalu lintas di sekitar Istana Merdeka
Baca juga: TransJakarta modifikasi 6 rute layanan imbas aksi di Istana Merdeka


Meski demikian, Heru belum mengetahui jumlah pasti dari peserta aksi yang akan turun pada esok hari. "Estimasi massa besok kita belum tahu, tetapi kita sudah menyiapkan antisipasinya," ujar Heru.

Pada prinsipnya, Kepolisian selalu memberikan wadah kepada mereka yang akan melaksanakan demo, karena memang demo ini diatur dalam undang-undang.

"Tetapi kami mengimbau aksi demo ini jangan ditumpangi oleh pihak-pihak lain yang akan mengacaukan situasi Jakarta," katanya.

Sejak dua minggu lalu sudah banyak penyampaian aksi yang ditujukan ke Istana Merdeka. Aksi yang ditujukan kepada Istana Merdeka dilakukan oleh warga yang menolak UU Cipta Kerja.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020