Australia tunda longgarkan pembatasan akibat lonjakan kasus COVID-19

Australia tunda longgarkan pembatasan akibat lonjakan kasus COVID-19

Seorang warga memakai alat pelindung diri terlihat membersihkan jalan masuk ke hotel Novotel Melbourne South Wharf di Melbourne, Australia, Kamis (1/10/2020). Manajer pengawas, yang dipekerjakan oleh perusahaan katering dan kebersihan Spotless, mengundurkan diri dan digantikan oleh Polisi Victoria pada hari Rabu di hotel karantina, Novotel di Southbank. REUTERS/AAP Image/James Ross/nz/cfo (AAPIMAGE via Reuters Connect/JAMES ROSS)

Melbourne (ANTARA) - Sejumlah klaster kasus infeksi virus corona telah muncul di dua negara bagian terpadat di Australia dan mendorong New South Wales (NSW) untuk menunda pelonggaran beberapa pembatasan, kata para pejabat pada Rabu.

Australia adalah salah satu negara paling sukses dalam memerangi virus corona. Negara itu, menurut hitungan resmi, mencatat 904 kematian dan sekitar 245 kasus aktif COVID-19.

Gubernur NSW Gladys Berejiklian mengatakan dia khawatir negara bagian itu berada di titik puncak klaster lain penularan komunitas besar, setelah 11 kasus baru COVID-19 ditemukan secara lokal dan sebuah klaster muncul di pinggiran barat daya Sydney, Lakemba.

Baca juga: Perusahaan Australia: Semprotan hidung hambat corona pada hewan
Baca juga: Australia perbolehkan petenis berkompetisi di masa karantina


Dia mengatakan pelonggaran beberapa pembatasan sosial yang mencakup pembukaan restoran dan pengizinan acara pernikahan sekarang akan ditunda.

"Kami akan lebih mengurangi pembatasan terkait industri perhotelan. Saya masih berharap kita bisa melakukannya ... selama lebih banyak orang datang untuk dites," kata Berejiklian.

Negara bagian Victoria, episentrum gelombang kedua wabah COVID-19 di Australia, mencatat lima kematian dan tujuh kasus virus corona baru dalam semalam.

Lonjakan regional kedua dan ketiga kasus COVID-19 mengancam harapan pelonggaran pembatasan penguncian yang ketat yang berlaku sejak pertengahan Juli.

Pembatasan di ibu kota negara bagian Melbourne termasuk penutupan ritel secara meluas dan batasan waktu hanya dua jam di luar untuk rekreasi.

Tiga kasus COVID-19 di kota Shepparton, timur laut Melbourne, dimulai oleh seorang sopir truk yang melakukan perjalanan dari kota tersebut dua minggu sebelumnya. Sopir truk itu belum sepenuhnya mengungkapkan perjalanannya ke para pelacak kontrak virus hingga jauh setelah kejadian penularan tersebut.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa virus corona baru telah menyebar tanpa terkendali di kota itu, kata pejabat kesehatan.

"Mereka harus memberi tahu kami kisah lengkapnya. Mengunjungi kota regional yang besar, dan tidak memberi tahu kami, bukanlah hal yang benar untuk dilakukan," kata Gubernur Victoria Daniel Andrews dalam jumpa pers.

Andrews menambahkan bahwa masalah tersebut telah dirujuk ke polisi negara bagian Victoria.

Andrews akan mengumumkan langkah-langkah pelonggaran signifikan pada Minggu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Riset: Virus corona baru dapat bertahan di uang kertas sampai 28 hari
Baca juga: Warga membandel, polisi Victoria tingkatkan patroli COVID-19
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020