Kremlin: Rusia bisa fleksibel dalam penanganan COVID-19

Kremlin: Rusia bisa fleksibel dalam penanganan COVID-19

Seorang petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 "Sputnik V" pada seorang relawan dalam uji klinis tahap tiga di Moskow, Rusia (15/9/2020). ANTARA/XINHUA/Alexander Zemlianichenko Jr/aa.

Moskow (ANTARA) - Kremlin, kantor kepresidenan Rusia, pada Senin mengatakan Rusia dapat menjadi lebih fleksibel dalam menangani pandemi COVID-19 daripada awal tahun ini, saat penguncian diberlakukan di negara itu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia kali ini memiliki lebih banyak ruang untuk bermanuver karena metode perawatan yang ada sudah lebih baik, lebih banyak tempat tidur di rumah sakit tersedia, serta memiliki sistem yang telah dicoba dan diuji untuk mengatasi virus corona baru. 

Rusia, yang saat ini tidak memberlakukan penguncian (lockdown), mencatat rekor peningkatan kasus infeksi virus corona baru pada Minggu (11/10).

Sebelumnya pada Senin, kasus baru COVID-19 tetap mendekati level tersebut.

Sebelumnya, Dmitry Peskov pada Jumat (9/10) mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia tidak berencana memberlakukan kembali langkah penguncian di seluruh negeri untuk saat ini meskipun kasus infeksi virus corona meningkat.

Rusia melaporkan 9.412 kasus baru COVID-19 pada Jumat, yang merupakan hitungan harian tertinggi sejak 23 Mei.

Kenaikan kasus harian itu menyebabkan total kasus COVID-19 nasional Rusia menjadi 1.194.643 pada 2 Oktober.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kasus COVID-19 sentuh angka tertinggi, Rusia pertimbangkan tutup bar

Baca juga: Moskow perpanjang libur sekolah terkait virus corona

Baca juga: Wali kota Moskow desak warga kerja di rumah saat COVID-19 meningkat


 

Rusia rayakan Hari Angkatan Laut dengan parade militer di St. Petersburg

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020