Warga terpapar COVID-19 di Mimika tembus 1.800 orang

Warga terpapar COVID-19 di Mimika tembus 1.800 orang

Personel Polsek Mimika Baru, dan TNI serta ASN Distrik Wania saat mengimbau warga untuk mewaspadai penyebaran virus corona atau COVID-10 dan penyakit malaria di Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua. (ANTARA /HO-Humas Polres Mimika)

Timika (ANTARA) - Warga yang terpapar COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua hingga Selasa ini tercatat sudah 1.800 orang.

Berdasarkan data Posko Kesehatan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika, pada hari ini terdapat penambahan 32 kasus baru positif dan 19 pasien dinyatakan sembuh.

Adapun total pasien yang  sembuh dari penularan COVID-19  mencapai 1.203 orang, sementara kasus kematian  berjumlah 21 orang. dan  576 pasien yang harus menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit, shelter dan sebagian menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca juga: Kemensos salurkan beras ke 7.157 KPM di Mimika

Temuan kasus positif terbanyak berasal dari Pelabuhan Portsite Amamapare Distrik Mimika Timur Jauh sebanyak 18 kasus, diikuti 10 kasus dari Distrik Mimika Baru dan masing-masing dua kasus di Distrik Wania dan Distrik Kuala Kencana.

Menyikapi kekurangan oksigen medis untuk membantu penanganan pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Mimika, PT Freeport Indonesia pada September lalu telah memberikan bantuan 100 tabung oksigen kepada pihak rumah sakit milik Pemkab Mimika itu.

Wakil Presiden PT Freeport Bidang Hubungan Pemerintah, Jonny Lingga mengatakan PT Freeport tidak bisa berdiam diri di saat kasus COVID-19 di Mimika, terutama di wilayah Kota Timika kian melonjak dalam beberapa bulan belakangan.

"Ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang bisa kami berikan. Untuk tenaga medis, kami juga terbatas. Yang bisa kami lakukan salah satunya membantu 100 tabung oksigen ke RSUD Mimika, bulan lalu. Mereka butuh cepat jadi kami langsung bantu apalagi saat itu stoknya sangat kurang," kata Jonny.

Baca juga: 1.159 warga Mimika sembuh dari COVID-19

PT Freeport melalui RS Tembagapura, katanya, juga terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan RSUD Mimika maupun Dinas Kesehatan setempat terkait penanganan bersama pandemi COVID-19 mengingat temuan kasus di wilayah Kota Timika, Tembagapura maupun Pelabuhan Portsite Amamapare merupakan satu mata rantai yang tidak terpisahkan.

Direktur RSUD Mimika dr Antonius Pasullu mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh PT Freeport tersebut di saat rumah sakit itu benar-benar sedang kekurangan persediaan oksigen medis.

"PT Freeport membantu 100 tabung oksigen besar ukuran 6.000 liter, 70 tabung sudah diserahkan dan telah terpakai semuanya, sementara sisanya baru diantar hari ini," jelas Antonius.

Dari 49 pasien COVID-19 yang kini menjalani perawatan di RSUD Mimika, katanya, 25 pasien harus dibantu oksigen tiga ventilator.

Menurut dia, saat ini RSUD Mimika membutuhkan hingga 60 tabung oksigen, sementara produksi oksigen medis di Timika sangat terbatas.

Lantaran itu kini RSUD Mimika sedang memesan tabung beserta gas medis dari Surabaya.

Sejak Maret hingga saat ini, katanya, sudah 10 pasien COVID-19 meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Mimika. Delapan orang diantaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan pada periode akhir Agustus hingga awal Oktober ini.

Baca juga: Dinkes Mimika instruksikan puskesmas lakukan pelayanan di luar gedung
Baca juga: Mimika mulai kewalahan atasi melonjaknya pasien COVID-19
Baca juga: Mimika siapkan klinik darurat hadapi lonjakan pasien COVID-19
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020