Airlangga Hartarto sebut realisasi Anggaran PEN baru capai 45,5 persen

Airlangga Hartarto sebut realisasi Anggaran PEN baru capai 45,5 persen

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto . ANTARA/twitter @Perekonomian RI/pri. (ANTARA/twitter @Perekonomian RI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komite Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menyebutkan realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga saat ini sudah mencapai Rp318,46 triliun atau 45,5 persen dari pagu anggaran mencapai Rp695,2 triliun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Jumat, menjelaskan pagu anggaran kesehatan dari Rp87,55 triliun sudah terealisasi mencapai Rp25 triliun atau 21,92 persen.

Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp679 triliun dana Pemulihan Ekonomi Nasional

Airlangga Hartarto menambahkan realisasi untuk perlindungan sosial mencapai Rp157 triliun atau 77 persen dari pagu Rp203,9 triliun dan kelompok sektoral kementerian/lembaga dan pemda mencapai Rp26,61 triliun atau 25,1 persen dari pagu Rp106,5 triliun.

Selanjutnya untuk realisasi dukungan UMKM sudah mencapai Rp81,85 triliun atau 66,3 persen dari pagu Rp123,46 triliun dan realisasi insentif usaha mencapai Rp28 triliun dari pagu Rp120,61 triliun.

Pemerintah, lanjut Airlangga Hartarto, memonitor penyerapan Anggaran PEN tersebut termasuk anggaran untuk pemerintah daerah terkait belanja rutin dan belanja barang.

Baca juga: Wapres minta DPD dorong pemda realisasikan penyerapan belanja daerah

“Oleh karena itu pemerintah juga terus berkoordinasi agar serapan pemda ini bisa dilaksanakan tanpa mengurangi kekhawatiran terhadap tata kelola dari penyerapan anggaran,” imbuh Airlangga.

Di sisi lain, kata dia, pemerintah juga mendorong operasi yustisi untuk menerapkan perilaku masyarakat disiplin terkait protokol kesehatan agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

Baca juga: Presiden harapkan realisasi anggaran PEN picu produktivitas masyarakat

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020