Ketua KPU Gresik minta pemuda jadi pemilih cerdas

Ketua KPU Gresik minta pemuda jadi pemilih cerdas

Ilustrasi Pilkada 2020 di Jawa Timur. ANTARA/Naufal Ammar

Gresik, Jatim (ANTARA) - Ketua KPUD Gresik, Jawa Timur, Akhmad Roni, meminta agar pemuda di wilayah setempat menjadi pemilih cerdas, karena basis pemilih pemuda cukup besar yakni 40 persen, sehingga menjadi kunci majunya demokrasi.

"Basis pemilih pemuda cukup besar. Yakni 40 persen. KPU meminta agar pemuda menjadi pemilih cerdas. Yakni cari rekam jejaknya, lihat visi-misinya. Dengan modal itu, berangkat ke TPS tidak akan kebingungan harus memilih siapa," kata dia, saat sosialisasi bersama Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Gresik, di Balai RW Perum Bunder Asri, Rabu.

Baca juga: Bawaslu Wonosobo dorong 600 pemilih pemula dimasukkan daftar pemilih

Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan pemerintah walau banyak pihak menyerukan agar Pilkada kali ini ditunda setelah pandemi Covid-19 berlalu. Alasan paling pokok seruan penundaan itu adalah kekhawatiran bahwa Pilkada akan menjadi "mega klaster" penyebaran virus Corona baru setelah selama tujuh bulan wabah ini melanda, belum ada sedikitpun tanda penurunan kasus baru terjadi. 

Ia mengatakan, KPU memiliki beban berat dalam menjalankan pesta demokrasi di tengah pandemi, sehingga pemilihan wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, ditambah tantangannya adalah KPU ditargetkan mampu meningkatkan partisipasi hingga 77,7 persen.

Ia menjelaskan, Pilkada serentak 2020 adalah pemilihan serentak tahap ke empat, sesuai dengan UU Nomor 10/2016. Jika tidak diubah peraturannya, pemilihan kepala daerah serentak akan digelar pada 2024 nanti.

Baca juga: KPU Mamuju minta masyarakat pemilih tidak jual suara

"Pemilihan saat ini dianggap banyak gonjang-ganjingnya. Ketika Januari sudah dimulai tapi Maret sudah dihentikan. Penundaan tahapan adalah pertimbangan pandemi. Kemudian Perpu keluar menjelaskan pemilihan serentak digelar pada bulan Desember," katanya.

Ia menyebutkan, meski di tengah pandemi Pilkada tetap akan digelar, sebab tidak ada satupun ahli yang bisa memperkirakan pandemi akan berakhir pada tahun ini.

Baca juga: Bamsoet minta KPU dan Dukcapil sinergi mutakhirkan data pemilih

"Atas dasar itu pemerintah juga menimbang, bahwa ekstafet kepemimpinan tidak boleh berhenti. Kalau tidak dilanjutkan maka kepemimpinan akan di isi oleh pejabat. Hal itu tentunya akan membatasi kewenangan," katanya.

Sementara itu, perwakilan HMI Gresik, Faris Imananda, juga meminta agar pemuda supaya ikut andil dalam Pilkada di wilayah setempat. "Pemuda adalah harapan masyarakat, sehingga perlu ikut andil dalam pemilihan ini," kata dia.

Baca juga: Tim Pakar ULM ingatkan pemilih rentan COVID-19 butuh perhatian khusus

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020