Demi Persib, Pemkot Bandung siap turunkan harga sewa GBLA

Demi Persib, Pemkot Bandung siap turunkan harga sewa GBLA

Gelandang Persib Bandung, Erwin Ramdani menggiring bola saat sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) -
Pemerintah Kota Pemkot Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berencana menurunkan harga sewa Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk dipakai klub Persib berlatih ataupun bertanding.
 
Kepala Dispora Kota Bandung, Eddy Marwoto mengatakan rencana penurunan atau keringanan harga sewa itu terkait dengan pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor ekonomi.
 
"Persib sempat mengajukan juga untuk keringanan sewa pertandingan, acuannya di Perda Rp80 juta ya, tapi kita akan meminta pendapat hukum dan pimpinan berapa keringanan nya," kata Eddy Marwoto di Balai Kota Bandung, Selasa.

Baca juga: Persib Bandung ingin tetap bermarkas di Stadion GBLA
Baca juga: Stadion GBLA siap dipakai Persib latihan dengan protokol COVID-19
 
Menurutnya Eddy, pihaknya memahami kondisi Persib saat masa pandemi ini. Karena tidak bergulirnya kompetisi, bisa membuat Persib kehilangan pendapatan seperti sponsor, tiket penonton, ataupun penjualan jersey.
 
"Pendapatan Persib itu dari tiket penonton, sponsor sekarang kan ini nggak ada, hanya dari siaran TV itu kan kecil, kita maklumi," katanya.
 
Sementara itu, manajemen Persib Bandung menyatakan masih bakal tetap menggelar latihan seperti biasa meski lanjutan Liga 1 2020 pada bulan Oktober ditunda.
 
"Apabila ditunda satu bulan, maka pemain akan tetap berlatih," kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahyono, Selasa.

Baca juga: Persib tetap gelar latihan jika kompetisi ditunda satu bulan
 
Pihak manajemen juga, kata dia, menghormati keputusan yang diambil PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang menunda lanjutan Liga 1 Indonesia karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.
 
"Kami pasti mengikuti keputusan dari LIB selaku operator," katanya.
 
Penundaan itu dilakukan sebab penularan COVID-19 di Indonesia masih massif dan belum menunjukkan tanda-tanda mengalami penurunan, maka segala bentuk kegiatan yang menggundang massa tidak diperbolehkan, salah satunya sepak bola.
 
Dengan kepastian ditunda itu, Teddy berharap PSSI dan PT LIB segera memutuskan langkah berikutnya agar klub juga tidak galau menentukan program kerja ke depan.
 
"Dan kami berharap segera ada keputusan selanjutnya supaya semua klub bisa mengantisipasi langkah-langkah selanjutnya," kata dia.

Baca juga: Polri tidak keluarkan izin keramaian pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2
Baca juga: PSSI tunda lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020
Baca juga: Persib hormati keputusan PSSI yang tunda lanjutan Liga 1
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020