Sinovac ingin memasok lebih banyak vaksin ke Amerika Selatan

Sinovac ingin memasok lebih banyak vaksin ke Amerika Selatan

Penjaga bilik pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9/2020), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

Beijing (ANTARA) - Sinovac Biotech berharap dapat memasok vaksin COVID-19 buatannya ke lebih banyak negara Amerika Selatan dengan mengalihkan beberapa prosedur manufaktur ke mitranya di Brazil, kata kepala eksekutif perusahaan China itu, Kamis. 

Para perusahaan global pembuat vaksin, seperti Sinovac dan AstraZeneca, telah bermitra dengan Brazil untuk melakukan pengujian tahap akhir calon vaksin mereka di negara terbesar Amerika Selatan itu, yang sedang bergelut sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki jumlah tertinggi kasus corona.  

Menurut Kepala Eksekutif Sinovac Yin Weidong, Kamis, perusahaan itu berencana menyediakan produk setengah jadi kepada mitranya, Instituto Butantan, yang akan melakukan pengisian dan pengemasan serta memasok barang jadi ke negara-negara Amerika Selatan lainnya.

China memasukkan kandidat vaksin buatan Sinovac, CoronaVac, dalam program penggunaan darurat di China yang diluncurkan pada Juli. Namun, pengujian tahap akhir di luar negeri belum selesai sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara para ahli soal keamanan vaksin tersebut. 

Negara bagian Brazil, Sao Paulo, juga kemungkinan akan mulai mengimunisasi penduduknya dengan vaksin Sinovac pada pertengahan Desember, dan sedang menunggu izin dari regulator, kata gubernurnya.

Yin mengatakan perusahaannya bersedia berkolaborasi dan berbagi data dengan negara lain tentang penggunaan darurat vaksin jika mereka membutuhkan program semacam itu. Ia juga mengatakan Sinovac sedang berada dalam pembicaraan dengan sejumlah negara, antara lain Chile, untuk melakukan studi klinis Tahap 3.

"Berbagai negara memiliki opsi mereka sendiri tentang otorisasi penggunaan darurat," kata Yin, yang menambahkan bahwa dia tidak tahu apakah mereka akan mengikuti langkah China.

Kandidat vaksin lain yang dikembangkan oleh anak perusahaan dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) yang didukung negara, mendapatkan persetujuan penggunaan darurat minggu lalu di Uni Emirat Arab, tempat vaksin itu masih diuji.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sao Paulo-Brazil mungkin Desember mulai imunisasi COVID-19

Baca juga: Hasil uji klinis vaksin COVID-19 diumumkan Oktober 2020

Baca juga: Turki mulai uji coba tahap akhir vaksin Sinovac buatan China


 

Luhut: 30-40 juta vaksin masuk Indonesia awal Desember 2020

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020