Pelaku usaha logistik yakin NLE percepat arus barang

Pelaku usaha logistik yakin NLE percepat arus barang

Seorang sopir berjalan di samping deretan truk logistik antarpulau di pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferri di Bolok, Kupang, NTT (4/6/2020). ANTARA/Kornelis Kaha/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pelaku usaha yang berkaitan dengan logistik meyakini perbaikan ekosistem logistik nasional (NLE) akan mempercepat arus barang karena pemerintah memperbaiki tata kelola dengan memudahkan proses bisnis.

“Kami sangat senang sekali dengan adanya upaya membuat NLE ini karena sangat menolong kami dalam meningkatkan produktivitas,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan dalam jumpa pers daring terkait NLE di Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan pelaku usaha truk khususnya pengangkutan barang itu harus menunggu dokumen dan muat barang bahkan hingga 20 jam padahal pengusaha memiliki tenggat waktu yang tidak lama.

“Kalau dulu kami mengangkut barang dari pelabuhan sampai ke garasi itu delapan jam, tapi saat ini sampai 20 jam kami harus berputar untuk menyelesaikannya,” imbuhnya.

Senada dengan Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa upaya memangkas rantai panjang proses bisnis logistik tersebut akan menjadi catatan dalam sejarah karena memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

Selain pandemi COVID-19, lanjut dia, tantangan ke depan Indonesia adalah terkait konektivitas di ASEAN yang tidak hanya manusia tetapi juga pasar bebas arus barang.

Ia mengharapkan perbaikan NLE itu menjadi jawaban dalam mendukung kemajuan industri logistik Tanah Air.

“Kami dari pelaku usaha juga ingin memberikan komitmen yang penuh kepada pemerintah dan mendukung NLE, semoga kami bisa kawal,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pelaku usaha termasuk kedua asosiasi itu untuk mengawal dan memberikan respons apabila masih ditemukan kekurangan dalam proses bisnis logistik setelah adanya NLE itu.

“Jadi tolong nanti asosiasi melakukan monitoring, kalau ternyata tidak sesuai efisiensi, dari asosiasi bisa sampaikan kekurangannya ada di mana, kami monitor terus apa klaim efisiensi ini jalan,” imbuhnya.

Pemerintah melakukan penataan ekosistem logistik nasional (NLE) yang dilakukan secara bertahap  hingga 2024 dan sudah ada percontohan bertahap di Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Pemerintah telah menghitung estimasi besaran efisiensi biaya dan waktu yang bisa ditekan setelah adanya sistem NLE dari sejumlah proses bisnis yang berlaku di ekosistem logistik.

Salah satunya untuk proses pemesanan truk setelah masuk dalam NLE akan dilakukan daring (dalam jaringan/online) berbasis web dengan estimasi efisiensi biaya mencapai Rp975 miliar dengan menekan 50 persen waktu.

Sebelum NLE, pemesanan truk dilakukan secara manual sehingga tidak ada pencatatan atau transparansi.

Baca juga: Luhut: Ekosistem Logistik Nasional spektakuler, pangkas 17 layanan
Baca juga: Pemerintah reformasi ekosistem logistik turunkan biaya jadi 17 persen
Baca juga: Presiden yakini ekosistem logistik nasional bisa lebih efisien

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020