Kemenparekraf-Pemkot Denpasar gelar kampanye "Gerakan Pakai Masker"

Kemenparekraf-Pemkot Denpasar gelar kampanye

Kemenparekraf-Pemkot Denpasar gelar kampanye "Gerakan Pakai Masker". (ANTARA/ I Komang Suparta/Ist/2020)

Denpasar (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Kota Denpasar, Bali menyelenggarakan kampanye "Gerakan Pakai Masker (GPM)" di areal parkir Pasar Badung, Kota Denpasar.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf, R. Kurleni Ukar di Denpasar, Kamis, mengatakan gerakan kampanye tersebut dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan gerakan memakai masker menjadi salah satu gerakan wajib secara bersama-sama pemerintah dan masyarakat.

Ia mengatakan edukasi penggunaan masker juga terus digulirkan pemerintah yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama dalam melindungi diri dan melindungi sesama dari wabah COVID-19.

Pada kesempatan itu, Kurleni Ukar bersama Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekda Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara bersama OPD terkait secara bersama-sama mengkampanyekan gerakan memakai masker. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada pedagang dan pengunjung Pasar Badung.

"Kehadiran kami di Kota Denpasar menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata," ujar Kurleni Ukar.

Lebih lanjut Kurleni Ukar mengatakan kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas gerakan memakai masker yang telah didukung Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar. Gerakan ini juga mendukung kebijakan dari Wali Kota Denpasar yang tidak terlepas dari turunan Impres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Menurut dia, terdapat hal penting dalam melawan COVID-19, yakni memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sehingga dalam gerakan ini pihaknya melibatkan dua dokter, yakni dr. Sugeng Ibrahim, dan dr. Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar.

Ia berharap keberadaan pasar tradisional menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan sehingga tidak menimbulkan klaster baru.

Baca juga: Menteri PMK: Kesadaran masyarakat Medan pakai masker masih rendah

Baca juga: Gerakan Pakai Masker tingkatkan kepercayaan wisatawan kepada Indonesia


"Kami juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker, dengan produksi masker yang disebar saat ini sebanyak 1.200 masker memanfatkan UKM di Bali yang nantinya mampu turut serta membantu perekonomian masyarakat Pulau Dewata. Semoga upaya ini dapat memulihkan pariwista di Bali," katanya.

Sementara Wali Kota Rai Mantra mengucapkan terima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker.

Ia mengatakan dalam kurun waktu sepekan ini angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan, namun berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak tetap ditingkatkan.

Aktivitas di dalam Pasar Badung ini masih tetap berjalan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi terus dilakukan edukasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Perumda Pasar Kota Denpasar.

Sejak bulan Maret terjadinya pandemi COVID-19, Pasar Badung tidak pernah tutup, namun selalu dalam pengawasan.

"Kami berharap dalam masa pandemi ini kita bersama dapat tetap produktif, namun terus meningkatkan kesadaran dalam pencegahan COVID-19 secara bersama-sama terutama dalam penerapan penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Semoga gerakan masker ini dapat membuat tingkat kesadaran masyarakat pulih kembali dan dapat produktif serta aman," kata Rai Mantra.

Baca juga: Pelaku pariwisata Bali-Aptisi serahkan bantuan Gerakan Masker Bersama

Baca juga: Kemenparekraf ajak semua pengelola destinasi di Bromo pakai masker
 
Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020