Pencarian korban terseret arus banjir bandang di Sukabumi ditunda

Pencarian korban terseret arus banjir bandang di Sukabumi ditunda

Tim SAR yang diterjunkan untuk melakukan proses pencarian korban yang hilang tenggelam karena terseret arus banjir bandang yang terjadi di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Tim SAR gabungan menunda pencarian warga yang hilang akibat terseret arus banjir bandang di Kampung Cibuntu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, (21/9).

"Kami menunda pencarian karena standar operasional prosedur (SOP) pencarian hingga pukul 17.00 WIB sehingga kami akan melanjutkan pencarian pada Kamis, (24/9)," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Rabu.

Pada pencarian ini pihaknya mengerahkan 11 personel yang melajukan penyisiran sungai dengan pola manual, menggunakan jaket pelampung, menyusuri sungai dengan jalan kaki, berenang dan pengamatan secara visual.

Di hari ketiga pencarian warga yang terbawa hanyut banjir di Desa Pesawahan, Kecamatan Cicurug ini pihaknya di start Waterkrah, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak hingga Desa Ubrug, Kecamatan Warugkiara.

Adapun jarak penyisiran sungai yang dilakukan tim dari FKSD Kabupaten Sukabumi sekitar 30 km dari tempat kejadian hilang tenggelamnya korban di Kampung Cibuntu. Namun, hingga batas waktu pencarian ini masih nihil.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka Peduli, Tagana, relawan dan potensi SAR lainnya. Personel yang diterjunkan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa tim untuk mengefektifkan pencarian.

"Dalam melakukan pencarian ini kami pun terus berkoordinasi dengan petugas yang berada di hulu khawatir kembali terjadi banjir bandang, karena saat ini kondisi cuaca cukup ekstrem yang bisa tiba-tiba turun hujan deras, sehingga ini menjadi pertimbangan keamanan dan keselamatan tim," tambahnya.

Di sisi lain, Okih mengatakan bisa saja tubuh korban terselip di bebatuan atau tersangkut puing yang tenggelam di sungai. Namun jika melihat derasnya arus banjir bandang dan berkaca pada penemuan korban pertama dan kedua lokasinya cukup jauh atau sekitar 30 km dari tempat kejadian musibah tidak menutup kemungkinan korban terbawa hingga ke Sungai Cimandiri dan terbawa ke muara Palabuhanratu.

Maka dari itu operasi SAR di hari keempat pihaknya akan fokus melakukan pencarian yang startnya di Ubrug kemudian lanjut ke Sungai Cicätih, Sungai Cimandiri hingga muara Palabuhanratu. (KR-ADR)
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020