Prabowo targetkan 1,4 juta hektare lahan singkong pada akhir 2025

Prabowo targetkan 1,4 juta hektare lahan singkong pada akhir 2025

Ilustrasi - Presiden Joko Widodo (depan), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (dua kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (tiga kiri) mengunjungi lahan untuk pengembangan lumbung pangan atau Food Estate di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). ANTARA/Badan Litbang Pertanian/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menargetkan kapasitas lahan singkong sebanyak 1,4 juta hektare di Indonesia hingga akhir 2025.

Hal itu disampaikan Prabowo seusai mengikuti Rapat Terbatas mengenai food estate yang dipimpin Presiden Jokowi melalui video conference, di Jakarta, Rabu.

"Saya hanya menjelaskan rencana ke depan singkong dan di Kalimantan Tengah kita akan mulai 2021, 30.000 hektare. Selanjutnya sampai akhir 2025 meningkat terus sasaran kita, hingga akhir 2025 sebanyak 1,4 juta hektare. Garis besar itu," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan dirinya mendapat tugas dari Presiden untuk memberikan dukungan bagi pelaksanaan food estate. Dalam hal ini sudah ada pembagian tugas bahwa Menhan akan menangani pembangunan cadangan pangan singkong.

Baca juga: Presiden Jokowi perintahkan penyusunan rencana induk "food estate"

"Tadi sudah dijelaskan rencana roadmap di Kalimantan Tengah dan Gubernur Kalimantan Tengah sudah mendukung lahan dan membackup di lapangan, sehingga kita siap mulai," jelas dia.

Dia mengatakan dengan singkong Indonesia dapat menghasilkan tepung tapioka yang bisa menjadi bahan utama kebutuhan pangan.

"Singkong bisa menjadi bahan pangan roti, nasi dari singkong kemudian juga mie. Indonesia konsumen mie terbesar kedua di dunia dan kita ingin menjamin kita tidak tergantung dari persediaan dari luar negeri. Kita optimistis akan bekerja dengan baik," jelasnya.

Baca juga: Mentan tegaskan tanam singkong bukan program Kementan di "food estate"

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020