KPU Surabaya optimistis penuhi target partisipasi publik 77,5 persen

KPU Surabaya optimistis penuhi target partisipasi publik 77,5 persen

Anggota KPU Surabaya Subairi saat sosialisasi PIlkada 2020 di Museum Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, Selasa (15/9/2020). (FOTO ANTARA/HO-KPU Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menyatakan optimistis bisa memenuhi target partisipasi publik sebesar 77,5 persen pada Pilkada Surabaya 2020.

Anggota KPU Surabaya Subairi di Surabaya, Rabu, mengatakan untuk memenuhi target tersebut, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi kepada warga di sejumlah lokasi.

"Sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan menggandeng media massa dan menggelar seni budaya, serta mengajak melalui media sosial untuk partisipasi aktif dengan datang ke TPS," katanya.

Baca juga: Pakar sarankan KPU bentuk tim pengawas cegah klaster Pilkada Surabaya

Subairi mengatakan dalam beberapa hari ini, KPU Surabaya melakukan sosialisasi di sejumlah tempat di antaranya di sekolah Al Islam, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Mulyorejo pada Minggu (13/9). Selain itu, menggelar sosialisasi di kalangan jurnalis nahdliyin serta para kader NU struktural dari Ansor serta Banser di Museum NU Surabaya pada Selasa (15/9) malam.

Subairi menyampaikan jika KPU Surabaya menggelar sosialisasi tatap muka sebanyak 110 kali sesuai dengan kekuatan anggaran yang ada. "Itu menyisir 11 segmen di antaranya pemilih pemula, netizen, perempuan, komunitas, dan kawasan padat penduduk," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini penting dilakukan karena bagian dari bentuk upaya menyapa masyarakat secara langsung agar mau menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Surabaya yang digelar pada Desember mendatang.

Baca juga: KPU Surabaya terapkan protokol kesehataan ketat saat Pilkada 2020

"Ini penting juga sebagai pendidikan politik," katanya.

Subairi mengatakan untuk tahapan Pilkada Surabaya 2020 saat ini sudah masuk ke tahapan tes kesehatan bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

Menurut dia, pada 17-19 September akan ada tes kesehatan untuk pasangan calon yang belum menjalani tes kesehatan.

Sedangkan pada 23 September adalah penetapan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dan dilanjutkan pada 24 September pengundian nomor urut. Selanjutnya pada 26 September hingga 5 Desember merupakan masa kampanye.

Baca juga: KPU: Kampanye terbuka Pilkada dilaksanakan dengan protokol kesehatan

"Kepada paslon silakan menyampaikan visi misi, meyakinkan pemilih dengan kampanye ajakan memilih," katanya.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020