DKP NTT-WWF Foundation kuburkan mamalia mati terdampar di Pantai Pede

DKP NTT-WWF Foundation kuburkan mamalia mati terdampar di Pantai Pede

Penguburan seekor mamalia lumba-lumba yang mati dan terdampar di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (12/9/2020) (ANTARA/HO-Andy Amuntoda)

Kupang (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama WWF Foundation menguburkan seekor mamalia laut berupa ikan lumba-lumba yang mati dan terdampar di Pantai Pede, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Mamalia yang mati ini kemungkinan dimangsa oleh predator laut lain karena pada bagian perut yang terluka hingga isi perutnya terurai keluar," kata Kepala Cabang DKP NTT cabang Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat, Andy Amuntoda kepada ANTARA di Kupang, Senin.

Ia menjelaskan bangkai mamalia tersebut berukuran 193 cm dan berjenis kelamin jantan dilihat pada bagian bawah perut ikan yang mana terdapat tonjolan pada alat kelaminnya.

Setelah diketahui terdampar dalam kondisi mati, lanjut Andy, pihaknya berkoordinasi dengan WWF Foundation untuk bersama-sama menguburkan di sekitar Pantai Pede.

Baca juga: Laut Sawu disebut sebagai "kafe" bagi paus dan lumba-lumba

Baca juga: Tim SAR temukan bangkai lumba-lumba terdampar di Pantai Ujung Genteng


"Penanganan mamalia terdampar ini dimaksudkan untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh pembusukan dari mamalia laut terdampar itu," katanya.

Lebih lanjut, Andy mengatakan lumba-lumba merupakan bagian dari mamalia laut yang dilindungi undang-undang selain paus dan dugong.

Untuk itu, ia berharap berbagai pihak terutama nelayan setempat agar terus menjaga kelestarian mamalia karena perairan Manggarai Barat merupakan tempat hidup dan jalur bagi 35 spesies mamalia.

Semua jenis mamalia laut yang ada di perairan Manggarai Barat tersebut sudah ditetapkan menjadi jenis yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 yang selanjutnya diubah dalam Permen LHK No. 20 Tahun 2018 jo Permen LHK No. 92 Tahun 2018.

Penetapan status perlindungan ini, lanjut dia, adalah langkah awal dan bentuk komitmen nyata dalam rangka pemeliharaan kelestarian mamalia laut dari ancaman kepunahan.

"Oleh karena itu kita mohon dukungan semua pihak terkait agar kita sama-sama menjaga kelestarian mamalia laut yang ada yang ke depan tentu dapat mendukung sektor pariwisata premium di Labuan Bajo yang digalakkan pemerintah," katanya.

Baca juga: TNI selamatkan ikan luimba-lumba terdampar di Pantai Tulungagung

Baca juga: 21 lumba-lumba mati terdampar
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020