Turki tak berharap sanksi EU atas sengketa di Mediterania timur

Turki tak berharap  sanksi EU atas sengketa di Mediterania timur

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu-Menlu AS Mike Pompeo. (Anadolu)

Istanbul (ANTARA) - Turki tidak berharap  menghadapi sanksi Uni Eropa (EU) atas perselisihan dengan Yunani di Mediterania timur, kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Senin, sehari setelah kapal survei Turki mundur dari perairan yang diperebutkan.

EU mengatakan mendukung penuh negara-negara anggota Yunani dan Siprus dalam perselisihan mereka dengan Turki dan mengatakan sedang menyusun sanksi potensial jika dialog tidak dimulai. Para pemimpin blok itu bisa membuat keputusan pada pertemuan puncak 24-25 September.

Cavusoglu mengulangi Turki terbuka untuk pembicaraan tanpa prasyarat, tetapi menambahkan bahwa kapal penelitian seismik Oruc Reis akan segera melanjutkan operasi setelah berlabuh di lepas pantai selatan Turki pada Minggu (13/9).

Baca juga: Survei eksplorasi seismik Turki di Mediterania picu sentimen Yunani
Baca juga: Erdogan akan membalas jika Yunani serang kapal Turki di Mediterania


Dia tidak mengharapkan para pemimpin EU, yang telah menyetujui sanksi ringan terhadap Turki, untuk mengambil langkah lebih lanjut minggu depan tetapi tindakan seperti itu tidak dapat dikesampingkan.

"Itu bisa bertentangan dengan kapal kami, perusahaan kami, individu. Mereka mengambil keputusan seperti itu di masa lalu. Apakah kami sudah menyerah pada tekad kami? Tidak, tekad kami meningkat," kata Cavusoglu kepada penyiar NTV.

Ketegangan meningkat karena klaim dan klaim balasan antara Turki dengan Yunani dan Siprus---yang didukung oleh Prancis---atas wilayah maritim yang berpotensi kaya akan gas alam.

Beberapa negara telah melakukan latihan angkatan laut di wilayah tersebut, dan Turki memiliki kapal lain yang mencari minyak dan gas di lepas pantai Siprus.

Ancaman sanksi sebagian telah mendorong lira Turki lebih dalam ke rekor terendah, mempersulit pemulihan negara itu dari kemerosotan ekonomi yang tajam akibat pandemi virus corona.

Juru bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengunggah cuitan bahwa solusi damai dapat ditemukan.

"Yunani dan negara-negara Uni Eropa tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk diplomasi dan harus mengambil langkah timbal balik," kata dia melalui Twitter, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dalam kunjungan singkat ke Siprus pada Sabtu (12/9), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan Amerika Serikat "sangat prihatin" terhadap tindakan Turki di laut.

Ankara menjawab pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa Washington perlu lebih netral.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ketegangan di Mediterania meningkat, Yunani tingkatkan pertahanan
Baca juga: Erdogan sebut Yunani "menanam kekacauan" di laut Mediterania
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020