KPU gandeng lembaga adat dan agama sosialisasi Pilgub Sumbar

KPU gandeng lembaga adat dan agama sosialisasi Pilgub Sumbar

KPU Pariaman, Sumbar melaksanakan lokakarya dengan MUI setempat untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Pariaman. (Antara/AAdiat M S)

Pariaman, Sumbar (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menggandeng lembaga adat dan agama di daerah itu guna mengoptimalkan sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur di provinsi itu di masa pandemi COVID-19.

"KPU Pariaman akan terus menyosialisasikan terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar kepada masyarakat melalui pihak-pihak yang memiliki peran penting di tengah masyarakat," kata Ketua KPU Pariaman Aisyah saat Lokakarya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2020 di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut karena di massa pandemi COVID-19 KPU terbatas dalam hal sosialisasi kepada masyarakat sehingga dibutuhkan peran dari berbagai pihak.

Ia menyebutkan adapun pihak yang memiliki peran penting di masyarakat tersebut yaitu di antaranya Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman dan MUI Kota Pariaman.

Baca juga: Kemendagri pantau sosialisasi PKPU Protkes COVID Pilkada di 270 daerah
Baca juga: Verifikasi ijazah, KPU Batam datangi sekolah bapaslon Pilkada


Ia menjelaskan LKAAM merupakan lembaga yang terdiri dari niniak mamak atau tokoh adat yang dapat mengajak sanak dan kemenakan untuk datang memilih pada Pilkada 2020 yang dilaksanakan pada 9 Desember.

Lalu, lanjutnya MUI memiliki kedekatan dengan warga dan kegiatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di antaranya dengan ceramah agama dan khutbah Jumat sehingga hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan menyelipkan informasi terkait pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Dengan pihak-pihak tersebut, lanjutnya maka masyarakat dapat menyadari pentingnya memberikan hak suaranya di hari pemilihan nanti.

"Apalagi secara agama memilih itu sangat dianjurkan karena berkaitan dengan pemimpin kita," katanya.

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Pariaman Abrar Aziz mengatakan pentingnya menggunakan hak pilih saat pemilu karena pada saat tersebut masyarakat menyerahkan kekuasaan kepada orang yang dipandang layak untuk memimpin.

Ia berharap lembaga dan organisasi yang menjadi agen KPU untuk sosialisasi dapat meyakinkan warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari pemilihan karena di TPS diterapkan protokol kesehatan.

"Tinta yang digunakan berupa tetes, tidak seperti dulu yaitu jari dimasukkan ke dalam tinta," tambahnya.

Sementara itu, Ketua MUI Pariaman Syofyan Jamal mengatakan pihaknya berencana akan mengeluarkan maklumat dan fatwa terkait dengan sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur di daerah itu.

"Rencana kami akan mengeluarkan maklumat dan nanti diiringi dengan fatwa," ujarnya.

Ia mengimbau pasangan yang maju pada Pilkada Sumbar untuk melaksanakan politik secara baik dan terhindar dari politik uang karena hal tersebut tidak saja bertentangan dengan aturan namun juga agama.

Baca juga: KPU Sigi : Warga kurang berpartisipasi teliti administrasi bapaslon
Baca juga: Ketua Komite I DPD RI kembali tolak pelaksanaan Pilkada 2020
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020