Selain Sinovac, Erick Thohir: RI jajaki vaksin dari produsen lainnya

Selain Sinovac, Erick Thohir: RI jajaki vaksin dari produsen lainnya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/NZ/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir sedang melakukan penjajakan dengan produsen-produsen vaksin selain Sinovac, agar vaksin tersebut bisa tersedia dan menjamin seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami sejak awal melakukan penjajakan kepada CEPI WHO di mana Alhamdulillah kemarin Menkes Terawan dengan UNICEF PBB. Tentu juga kami melakukan penjajakan dengan pihak-pihak lainnya seperti Astrazaneca, Cansino, ataupun Pfizer, di mana ini terus kita jajaki," ujar Erick Thohir dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat.

Baca juga: Erick Thohir yakinkan 30 juta vaksin COVID tersedia akhir tahun ini

Menurut Erick Thohir, total jumlah 300 juta dosis vaksin yang tersedia pada tahun 2021 belum mencukupi untuk membantu dan menjamin seluruh populasi masyarakat Indonesia.

"Sebagai catatan dari total vaksin yang kita dapatkan sekitar 300 juta ini, itu bukan berarti kita sudah menjamin atau secure semuanya untuk seluruh rakyat Indonesia," kata Erick Thohir yang juga Menteri BUMN itu.

Erick Thohir menjelaskan setiap individu memerlukan vaksin dengan dua suntikan. Dengan demikian, kata dia, 300 juta vaksin tersebut baru untuk memenuhi vaksin bagi 170 juta rakyat Indonesia.

Baca juga: Menko Airlangga targetkan RI dapat 290 juta dosis vaksin tahun depan

Kalau dibandingkan dengan beberapa negara seperti Inggris memesan tiga sampai dengan empat kali dari vaksin yang dibutuhkan.

Selain itu Erick Thohir juga mendapatkan kabar bahwa Jepang bersama Pfizer mendapatkan 100 persen vaksin untuk populasi masyarakat Jepang.

"Kalau sampai 70 persen populasi Indonesia bisa terjangkau, maka kita harapkan pada tahun 2022 atau bahkan pada tahun 2021 sekitar 30 persen kekurangan vaksin dari total vaksin yang tersedia bisa didapatkan," kata Erick Thohir.

Baca juga: Harga emas naik, dipicu pelemahan dolar dan isu penundaan vaksin

Baca juga: Menkes Inggris: jeda uji coba vaksin AstraZeneca tak mesti kemunduran


 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020