Kominfo dorong perempuan terjun lebih banyak ke dunia TIK

Kominfo dorong perempuan terjun lebih banyak ke dunia TIK

Petugas dinas komunikasi dan informatika menunjukkan aplikasi "Mobile City Kudus" di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2020). . ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nz.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ingin mendorong semakin banyak perempuan terjun ke dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lewat berbagai program dari pemerintah.

"Perempuan sekarang tidak bisa lepas dari teknologi karena semua kehidupan memakai teknologi, terutama saat pandemi," kata Mariam F Barata, Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Kamis.

Mariam mengatakan, ada berbagai kesempatan yang bisa dimanfaatkan perempuan untuk mendalami dunia teknologi yang saat ini lebih didominasi laki-laki.

"Kita punya program-program literasi, edukasi dan inovasi sehingga kaum perempuan juga bisa banyak menggunakan kesempatan-kesempatan yang ada yang dilakukan oleh pemerintah," kata dia dalam webinar "Women for ICT: Peran Perempuan dalam Kemajuan TIK di Indonesia".

Baca juga: Kominfo: RUU PDP Indonesia banyak terpengaruh GDPR Eropa

Baca juga: Kemenkominfo apresiasi kemenangan GNLD dan RTIK Madiun di WSIS 2020


Program yang mendorong keterlibatan perempuan dalam memanfaatkan teknologi tak cuma dibuat oleh Kominfo, ada juga yang diadakan kementerian lain, lanjut Mariam.

Target yang disasar adalah kaum hawa dari berbagai latar belakang dan tempat tinggal, mulai dari petani, nelayan, pelaku usaha hingga ibu rumah tangga.

"Karena Kominfo punya program literasi masyarakat di desa, banyak ibu di desa tertarik menggunakan internet, mereka antusias sekali untuk belajar," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas dan Sumber Daya Manusia Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mira Tayyiba menuturkan sebuah program yang bertujuan memberdayakan perempuan di bidang teknologi.

"Misalnya 'Coding Mom', kesempatan belajar coding untuk ibu-ibu," kata Mira.

Coding Mom adalah program pelatihan pemrograman bahasa komputer ibu-ibu rumah tangga yang diadakan Badan Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Kominfo beri pelatihan digital untuk eks pekerja migran

Baca juga: WFH diperpanjang, Menkominfo ingatkan soal protokol kesehatan


Sementara menurut Mira, pemberdayaan perempuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tak cuma soal melek teknologi, tapi bagaimana perempuan bisa memanfaatkan teknologi di sektor digital.

Dia memberi contoh keberhasilan pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dikomandoi perempuan di e-commerce berkat bantuan digital.

"Seperti pisang goreng Bu Nanik," ujar Mira.

Pada 2017, Pisang Goreng Madu Bu Nanik jadi mitra terlaris di layanan pesan antar Go-Food.

Perkembangan bisnis kuliner itu tak lepas dari campur tangan putri Nanik, Michelle K Molloy, yang jadi COO CV. Bu Nanik Group untuk bekerjasama dengan startup yang membuat usaha ibunya semakin dikenal.

Baca juga: Pisang goreng madu Bu Nanik, dulu disangka gosong kini diborong

Baca juga: Menkominfo ingin segera bahas RUU PDP dengan DPR

Baca juga: Komitmen Menkominfo jaga ruang digital saat Pilkada 2020
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020