Presiden: Olahraga buka peluang Indonesia kembangkan "sport tourism"

Presiden: Olahraga buka peluang Indonesia kembangkan

Presiden sebut olahraga buka peluang Indonesia kembangkan “sport tourism” (Biro Pers Istana)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyebut kegiatan olahraga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan “sport tourism” sekaligus bisa menjadi salah satu pendongkrak perekonomian nasional.

“‘Sport tourism’ telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat luas, sangat besar yang akan memberikan ‘multiplier effect’ pada kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Acara Puncak Hari Olahraga Nasional XXXVII Tahun 2020 (Melalui Video Conference), dari Istana Kepresidenan Bogor, Rabu malam.

Presiden menambahkan, Indonesia mempunyai potensi termasuk banyak tempat indah untuk pengembangan “sport tourism”.

Baca juga: Menpora sebut sport tourism bisa jadi kekuatan utama Indonesia

Ia mencontohkan, kekayaan alam Indonesia mulai dari gunung, laut, dan danau yang indah, juga beragam seni dan budayanya.

Potensi itu, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara olahraga seperti terbang layang, menyelam, bersepeda, atletik, dan olahraga rekreatif lainnya.

“Peluang pengembangan ‘sport tourism’ semakin besar pascapandemi nanti, masyarakat akan lebih memilih berolahraga di tempat terbuka, di alam bebas, peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah,” katanya.

Baca juga: Running Indonesia Archipelago dinilai sukses gali destinasi wisata

Oleh karena itu, Presiden berpesan agar hal tersebut mulai dikembangkan dengan serius di Indonesia.

Terlebih karena olahraga sendiri juga dianggap merupakan industri yang cakupannya sangat luas mulai dari event, industri pakaian, sepatu bola, lalu juga melibatkan industri media dan penyiaran termasuk industri souvenir, piala, stiker yang dapat melibatkan UMKM sampai perusahaan raksasa multinasional.

“Target pasarnya bukan hanya pasar daerah, bukan saja pasar nasional tapi juga global,” katanya.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020