103 penerbangan di China dibatalkan akibat topan, sekolah diliburkan

103 penerbangan di China dibatalkan akibat topan, sekolah diliburkan

Dokumentasi - Bandar Udara Internasional Taiping di Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, diselimuti salju pada Desember 2019. Tampak petugas membersihkan salju agar tidak mengganggu lalu lintas penerbangan di wilayah China timur laut itu. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 103 jadwal penerbangan ke Bandar Udara Internasioal Taiping, Harbin, di wilayah China timur laut, pada Kamis (3/9) sore dibatalkan akibat topan Maysak, dan sekolah-sekolah turut diliburkan.

Angin kencang disertai hujan deras di Ibu kota Provinsi Heilongjiang tersebut berlanjut hingga Kamis malam, demikian dinyatakan otoritas meteorologi setempat.

Pemerintah Provinsi Heilongjiang telah menetapkan siaga bencana level IV, yang merupakan tingkat terendah dalam sistem tanggap darurat di China.

Sebelumnya, biro cuaca setempat hendak menaikkan menjadi level III untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat setempat akan terjadinya genangan areal pertanian dan meluapnya sungai di provinsi yang berbatasan langsung dengan Rusia tersebut.

Di Kota Harbin, sejumlah sekolah dan taman kanak-kanak serta area publik terbuka ditutup total pada Kamis dan Jumat.

Dibandingkan dengan di berbagai wilayah di China timur, dampak topan di Provinsi Heilongjiang tersebut relatif tidak seberapa karena wilayah perbatasan itu relatif jauh dari kawasan laut terbuka.

Heilongjiang dikenal sebagai penghasil beras terbaik di China meskipun musim panennya relatif pendek karena bulan Agustus sudah memasuki musim dingin, hingga April.

Heilongjiang merupakan surga bagi pencinta ski dan wisata musim dingin karena curah hujan saljunya tinggi. 

Baca juga: Badai paksa evakuasi, pembatalan penerbangan di bagian timur China

Baca juga: Akibat badai Mangkhut, KA cepat China berhenti operasi


 

Wisata musim dingin di Harbin, China

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020