Barito Putera bujuk Bagus Kahfi tetap bertahan

Barito Putera bujuk Bagus Kahfi tetap bertahan

Pesepak bola Indonesia Bagus Kahfi (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya David Maulana (kanan) usai mencetak gol ke gawang Filipina saat bertanding pada grup A Piala AFF U-18 2019 di Stadion Binh Duong 2 di Provinsi Binh Duong, Vietnam, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Yusran Uccang/wsj/am.

Jakarta (ANTARA) - Barito putera terus membujuk pemain mudanya, Bagus Kahfi, untuk tetap bertahan bersama tim berjuluk "Laskar Antasari" itu dan tak tergoda bermain di luar negeri.

Dilansir dalam laman resmi klub yang dipantau dari Jakarta, Kamis, bos Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman berharap ia bertahan sebelum menemukan klub barunya. Apalagi kontrak pemain berusia 18 tahun itu masih berjalan hingga tahun depan.

"Keinginan Bagus Kahfi apabila ingin berkarier di luar negeri karena restu dari orang tuanya. Tapi kami tetap ingin dia memperkuat Barito Putera," ujar dia.

Baca juga: Bagus Kahfi targetkan masuk skuat timnas U-20 untuk Piala Dunia 2021

Bagus saat ini tengah dalam masa pemulihan cedera patah pergelangan kaki sejak Maret di Inggris. Cedera itu didapatinya saat membela Garuda Select. Meski pergelangan kakinya sudah normal namun ia hanya bisa latihan ringan.

Hasnuryadi ingin agar Bagus untuk sementara waktu bermain di Indonesia hingga mentalnya matang. Jika tetap ingin bermain di luar negeri, manajemen Barito Putera berjanji akan memberikan jalan dengan mencarikan klub yang tepat.

Baca juga: Hasrat Bagus Kahfi wujudkan mimpi bermain di Eropa
Baca juga: Djanur minta Bagus Kahfi pertimbangkan keinginan berkarier di Eropa


"Saya sampaikan bahwa sebetulnya jika dia betul-betul berkarier di Barito, kita akan berikan dia tempat utama dan itu sangat bagus bagi kariernya. Nanti pada waktunya, kalau perlu kita yang mencarikan dia klub di luar negeri yang memang betul-betul menjamin tempat dia untuk bermain," kata dia.

Apabila mengambil keputusan secara tergesa-gesa, ia takut Bagus malah jadi penghangat bangku cadangan dan sulit mendapat menit bermain seperti yang dialami Egy Maulana Vikri.

"Bahkan kira langsung menawarkan kontrak jangka panjang sama yang bersangkutan, tapi yang bersangkutan memilih untuk berkarier di luar negeri," kata dia.

Baca juga: Akademi Barito Putera terapkan tes IQ bagi pemain muda
Baca juga: Si kembar Bagas-Bagus pemain timnas U-18 yang tertukar
Baca juga: Menpora harap program Garuda Select bisa terus berlanjut
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020