Humaniora kemarin, mutasi virus COVID-19 sampai tentang subsidi gaji

Humaniora kemarin, mutasi virus COVID-19 sampai tentang subsidi gaji

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita humaniora pada Rabu (2/9) yang menarik perhatian pembaca seperti keterangan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro tentang mutasi COVID-19 dan perkembangan Vaksin Merah Putih.

Selain itu pada Rabu (2/9) terdapat juga berita soal penambahan kasus COVID-19 di Indonesia serta perihal subsidi gaji dari pemerintah.

Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

Menristek: Belum ada bukti SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G lebih ganas

Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan sampai saat ini masih ada belum ada bukti ilmiah yang menyatakan virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G menyebabkan COVID-19 menjadi lebih ganas.

Menristek: Lima institusi kembangkan Vaksin Merah Putih

Terkait perkembangan vaksin COVID-19 yang dikembangkan secara domestik di Indonesia, Menristek mengatakan terdapa lima institusi yang mengembangkan Vaksin Merah Putih termasuk Lembaga Eijkman dan Universitas Indonesia.

Pasien sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah 1.914 jadi 129.971 orang

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 meperlihatkan penambahan 1.914 pasien positif baru pada Rabu (2/9) membuat akumulasi kasus positif di Indonesia mencapai 129.971 orang.

Menaker sebut sekitar 1,9 juta pekerja telah terima subsidi gaji

Sejak resmi diluncurkan pada akhir Agustus 2020, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan ada 1,9 juta pekerja yang telah menerima subsidi gaji dari target 15,7 juta pekerja.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020