Komisi VIII DPR minta Kemenag perhatikan madrasah swasta

Komisi VIII DPR minta Kemenag perhatikan madrasah swasta

Ilustrasi - Salah satu Madrasah Aliyah Swasta di  dusun Kuala Meurisi terpaksa tertutup karena tidak ada murid yang mendaftar, Rabu (2/9/2020) (ANTARA/Arif Hidayat)

Jakarta (ANTARA) - Komisi VIII DPR meminta Kementerian Agama juga memperhatikan madrasah swasta di semua tingkatan dengan memberikan bantuan melalui realokasi anggaran di kementerian tersebut.

"Kami meminta Kementerian Agama juga membantu madrasah-madrasah swasta, tidak hanya madrasah negeri," kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dalam rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi yang diikuti melalui siaran langsung TVR Parlemen di Jakarta, Rabu.

Dalam rapat kerja yang membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga tersebut, disebutkan Kementerian Agama akan melakukan optimalisasi perjalanan dinas atau paket pertemuan sebesar Rp326,774 miliar.

Komisi VIII DPR meminta optimalisasi perjalanan dinas atau paket pertemuan tersebut bisa direalokasikan, antara lain untuk anggaran bantuan kepada madrasah-madrasah swasta.

Baca juga: Menag tinjau pelaksanaan UN di madrasah swasta

Baca juga: Kemenag upayakan tunjangan profesi guru swasta dan BOS segera cair


Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Abdul Wachid mengatakan anak-anak yang belajar di madrasah-madrasah swasta juga perlu mendapatkan perhatian dari Kementerian Agama.

"Kalau kita renungkan lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya. Kalau bisa membangun jiwa, sejak dari madrasah, akan lebih bagus. Anak paham masalah agama dan hukum," tuturnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu mengatakan dia berasal dari daerah pemilihan Demak, Kudus, dan Jepara yang dikenal sebagai darah santri.

"Di Demak, Kudus, dan Jepara banyak madrasah. Ketika saya sosialisasikan soal biaya operasional pendidikan, banyak yang bertanya kapan direalisasikan," katanya.*
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020