Gus Hans blusukan jelang turunnya rekom Bacawali Surabaya dari PDIP

Gus Hans blusukan jelang turunnya rekom Bacawali Surabaya dari PDIP

Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Zahrul Azhar Asumta atau yang kerap dipanggil Gus Hans bertemu warga di warung rawon legendaris H. Suparan di Jalan Lakarsantri, Wiyung, Kota Surabaya, Senin (31/8/2020) malam. (FOTO ANTARA/HO-Relawan Gus Hans)

Surabaya (ANTARA) - Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya Zahrul Azhar Asumta atau yang kerap dipanggil Gus Hans mengoptimalkan blusukan ke kampung-kampung menemui warga menjelang turunnya rekomendasi pasangan Bacawali dan Bacawawali Surabaya dari PDIP.

"Pada waktu ke Wiyung kemarin (31/8) malam , saya disambut hangat relawan Mas Whisnu (Bacawali Surabaya Whisnu Sakti Buana). Alhamdulillah mereka memberikan dukungan yang baik, serta memberikan rasa percaya diri kami untuk bisa mengikuti proses berikutnya," kata Gus Hans di Surabaya, Selasa.

Selain ngobrol dengan warga dan para pendukung atau relawan Whisnu Sakti Buana, Gus Hans juga menyempatkan diri hadir di warung rawon legendaris H. Suparan di Jalan Lakarsantri, Wiyung.

Gus Hans yang ditemani sejumlah sosok muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, mampir di warung rawon H. Suparan, karena kuliner kas Surabaya tersebut memang dikenal enak dan legendaris.

Sambil menyantap makan, obrolan dengan relawan Whisnu berlangsung akrab dan hangat mulai seputar kebudayaan hingga kondisi terkini Surabaya. Para relawan juga menganggap momen tersebut sebagai sambung seduluran atau persaudaraan.

Menurutnya, obrolan tidak hanya soal Pilkada Surabaya semata tapi juga terkait seni budaya yang memang mengakar kuat di daerah Lakarsantri, Lontar dan sekitarnya seperti halnya masih ada sedekah bumi dan pelestarian budaya tradisional lainnya.

Sebagai pecinta seni, Gus Hans berharap agar Surabaya tidak kehilangan identitas dengan kultur budaya yang ada.

"Boleh kita menjadi kota metropolitan, tapi jangan lupakan tentang budaya lokal yang ada. Think globally, act locally. Kita boleh berpikir global tapi action kita, sikap kita harus berpijak pada kearifan lokal," katanya.

Gus Hans juga memuji olahan rawon di daerah itu. Apalagi rawon adalah salah satu menu unggulan Kota Pahlawan. "Rawonnya enak, bisa diulang datang kembali," katanya.

Artinya, kata Gus Hans, kuliner di Surabaya ini makin beragam dan bisa masuk dalam konsep wisata apa pun. "Tidak sekadar makanan ya, tapi pengunjung juga bisa menikmati agar mereka kembali ke Surabaya," katanya.

Baca juga: Risma beri sedikit bocoran bacawali Surabaya yang direkom PDIP

Sementara menanggapi dukungan para relawan Whisnu dalam beberapa pekan terakhir, Gus Hans menyerahkan semua keputusan kepada DPP PDIP.

"Jadi intinya semua kan menunggu dari keputusan Bu Megawati. Tinggal nanti bagaimana hasilnya, ya kita lihat saja nanti," katanya.

Koordinator Relawan Lakarsantri Warsito berharap agar Whisnu-Gus Hans bisa mendapatkan rekomendari dari DPP PDIP.

"Saya sebagai relawan Pak Whisnu Sakti menerima dengan baik kehadiran Gus Hans, tapi kami tetap tegak lurus apapun keputusan Ibu Megawati," katanya.

Baca juga: Hasto Kristiyanto bantah berselisih dengan Risma terkait Pilkada

Baca juga: PDIP akan umumkan calon kepala daerah di Pilkada Surabaya

Baca juga: Megawati ingatkan calon kepala daerah tertib administrasi saat daftar

Baca juga: PDIP umumkan empat Cagub-Cawagub dan 58 Cakada tingkat II
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020