Lestarikan budaya, ASN Bekasi wajib pakai baju adat tiap Jumat

Lestarikan budaya, ASN Bekasi wajib pakai baju adat tiap Jumat

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja di Cikarang, Jumat (28/8/2020) memimpin apel pagi di hari pertama pemberlakuan pemakaian baju adat Bekasi setiap Jumat. Peraturan tersebut ditetapkan untuk para aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Bupati Bekasi, Provinsi Jawa Barat  Eka Supria Atmaja menginstruksikan segenap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengenakan baju adat khas Bekasi saat jam kerja pada hari Jumat setiap pekannya dengan tujuan untuk melestarikan budaya tradisional adat setempat.

"Kebijakan ini berlaku mulai hari ini hingga seterusnya. ASN Pemkab Bekasi wajib mengenakan baju adat Bekasi setiap hari Jumat," katanya di Cikarang, Jumat.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bekasi Nomor: 800/3283-BKPPD tentang Penggunaan Pakaian Adat Bekasi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Ia mengatakan bahwa kebijakan penggunaan pakaian adat khas Bekasi ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya tradisional adat daerah Kabupaten Bekasi.

"Alhamdulillah tadi saya lihat para ASN sudah mulai mengenakan pakaian adat hari. Semoga terus konsisten seperti yang ada dalam surat edaran," katanya.

Menurut dia Kabupaten Bekasi memiliki jati diri dan kearifan lokal yang harus dilestarikan. Hal tersebut tercermin dari cara berpakaian dan arsitektur di Kabupaten Bekasi itu sendiri.

"Intinya dimulai dari Pemkab Bekasi terlebih dulu. Hal ini untuk mencerminkan semangat bahwa Kabupaten Bekasi itu kaya akan budaya," katanya.

Bupati menjelaskan aturan penggunaan pakaian adat Bekasi bagi ASN pria adalah menggunakan atasan sadariah atau koko putih dengan bawahan celana batik Bekasi atau celana bahan warna hitam.

Sedangkan untuk wanita menggunakan atasan kebaya encim dan bawahan kain batik Bekasi.

"Untuk ketentuan, ke depannya wajib menggunakan batik khas Bekasi. Sekarang kan masih tahap penyesuaian jadi masih kita kasih toleransi," katanya.

Kebijakan ini diharapkan memberikan peluang para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memroduksi batik khas Bekasi agar ke depannya dapat digunakan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi, demikian Eka Supria Atmaja

Baca juga: Batik Bekasi perlu proses panjang untuk terkenal

Baca juga: Sugiarti dan mimpi lestarikan batik hingga oleh-oleh khas Bekasi

Baca juga: Bekasi tetapkan lima corak batik daerah

Baca juga: Limbah batik diduga cemari Kali Bojongmenteng Bekasi
Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020