Kanada dan keluarga korban pesawat jatuh desak jawaban tambahan Iran

Kanada dan keluarga korban pesawat jatuh desak jawaban tambahan Iran

Seorang perempuan membawa poster saat acara peringatan untuk penumpang tewas pesawat Ukraine International Airlines yang ditembak jatuh di Iran pada bulan Januari, di depan kedubes Iran di Kiev, Ukraina, Senin (17/2/2020). (REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)

Montreal (ANTARA) - Kanada beserta keluarga para korban pesawat jatuh Ukraina mendesak Iran agar memberikan jawaban tambahan, setelah pengumuman oleh Teheran pada Minggu memberikan "informasi terbatas dan terseleksi."

Pengumuman oleh kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran menandai laporan resmi pertama tentang isi suara kokpit dan rekaman data, yang dikirim ke Prancis pada Juli untuk dianalisis.

Pengawal Revolusi Iran mengaku bahwa pihaknya tidak sengaja menembak jatuh Penerbangan PS752milik Ukraina International Airlines pada 8 Januari. Mereka mengira bahwa pesawat tersebut adalah sebuah rudal ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat.

Baca juga: Kanada: Analisis data awal kotak hitam pesawat jatuh Ukraina selesai
Baca juga: Ukraina tidak puas dengan ganti rugi korban kecelakaan pesawat di Iran


Mayoritas dari 176 korban tewas dalam kecelakaan itu adalah warga negara atau penduduk tetap Kanada.

Teheran mengatakan berdasarkan analisis pesawat tersebut dihantam oleh dua rudal dengan selisih waktu 25 detik dan penumpang masih hidup untuk beberapa waktu setelah dampak ledakan pertama.

"Laporan awal ini hanya memberikan informasi terbatas dan terseleksi mengenai peristiwa tragis ini," kata Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau dan Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne melalui pernyataan pada Minggu malam.

"Laporan itu hanya menyebutkan apa yang terjadi setelah serangan rudal pertama tetapi tidak menjelaskan serangan kedua."

Mereka bertanya mengapa rudal tersebut diluncurkan dan mengapa ruang udara Iran terbuka.

Asosiasi yang mewakili keluarga korban pesawat menolak laporan tersebut. Melalui pernyataan mereka mengatakan bahwa mereka perlu mengetahui mengapa rudal kedua ditembakkan ke pesawat tersebut.

Sebelumnya pada Minggu, Dewan Keselamatan Transportasi (TSB) Kanada mempertanyakan mengapa maskapai penerbangan komersial masih beroperasi di daerah terdampak konflik.

Berdasarkan aturan PBB, Iran mempertahankan keseluruhan kendali atas penyelidikan. Sementara Amerika Serikat dan Ukraina diakui sebagai negara tempat pesawat itu masing-masing dibangun dan dioperasikan. Sedangkan Kanada juga berperan sebagai pihak yang memiliki banyak korban di pesawat jatuh tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kotak hitam: Pesawat Ukraina ditembak dua kali dengan selisih 25 detik
Baca juga: Ukraina perkarakan Iran jika tidak sepakat soal pesawat jatuh
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020