Yasonna sambut baik usulan penyediaan layanan paspor di DPR

Yasonna sambut baik usulan penyediaan layanan paspor di DPR

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat mengunjungi layanan Eazy Passport di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020) (ANTARA/Ho-Kementerian Hukum dan HAM)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyambut baik usulan anggota Komisi III DPR RI terkait penyediaan fasilitas pelayanan paspor permanen di kompleks parlemen.

Usulan tersebut datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir dan anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding.

"Tadi ada ide dari Pak Kadir dan Pak Sudding untuk DPR menyediakan tempat di sini menjadi semacam Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Hal ini sama dengan kerja sama yang sudah kami lakukan dengan sejumlah kepala daerah maupun di beberapa tempat seperti UKK Migas, UKK Pajak, bank, hingga mal," ucap Yasonna dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut dia sampaikan saat mengunjungi layanan Eazy Passport di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8).

Baca juga: Menkumham berharap pembahasan RUU MK secara hati-hati

Baca juga: Menkumham serahkan DIM RUU MK dalam Raker Komisi III DPR RI


Yasonna menyambut baik usulan tersebut. Dia mengatakan pihaknya akan terus membentuk Unit Kerja Keimigrasian di berbagai tempat, tak hanya di Jakarta melainkan juga di daerah lainnya.

"Ini akan terus kami lakukan, apalagi nanti DPR setuju ada ruangan khusus di sini untuk melayani pembuatan paspor. Kegiatan ini juga bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah dan tentu saja dilakukan dengan protap COVID-19, seperti memakai 'face shield'," ucap Yasonna.

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menyinggung mengenai layanan "Eazy Passport" yang terdapat di Kompleks DPR RI.

Dia mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk inisiatif jemput bola dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengakomodasi keinginan publik di tengah pandemik COVID-19.

"Ini (layanan 'Eazy Passport') untuk mengakomodasi masyarakat yang mau mengurus paspor. Jadi, kita sifatnya jemput bola untuk pelayanan keimigrasian kita," ucap Menkumham.

Dia mengatakan, dengan memperbanyak layanan "Eazy Passport" di berbagai tempat, akan mempermudah dalam menangkap keinginan masyarakat serta mengurangi antrean panjang di kantor imigrasi, terlebih di tengah pandemik COVID-19 seperti saat ini.

Adapun Eazy Passport merupakan layanan baru yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi sejak bulan lalu. Layanan tersebut memungkinkan pembuatan paspor dilakukan di luar kantor Imigrasi setelah ada permohonan layanan Eazy Passport secara kolektif.

Dalam program ini, pemohon bisa mengajukan permohonan pembuatan atau penggantian paspor tanpa perlu ke kantor imigrasi karena petugas yang akan mendatangi pemohon di lokasi yang ditentukan.

Proses penyerahan dan pemeriksaan berkas, wawancara, serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari dilakukan di lokasi, sementara paspor yang sudah jadi bisa diambil oleh perwakilan pemohon atau dikirim ke rumah melalui PT. Pos Indonesia.

Baca juga: Yassona: MK perlu dijamin kemerdekaannya

Baca juga: Imigrasi Langsa layani pembuatan paspor di hari libur

Baca juga: Imigrasi Kediri bantah kecolongan soal data pembuatan paspor
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020