Vaksin corona pertama China dari sel serangga sudah dites pada monyet

Vaksin corona pertama China dari sel serangga sudah dites pada monyet

Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Administrasi Produk Medis Nasional China (NMPA), Sabtu, memberikan persetujuan vaksin protein rekombinan COVID-19 yang pertama kalinya terbuat dari sel serangga untuk diuji coba.

Sebelumnya vaksin tersebut telah dites pada beberapa ekor monyet dan binatang lainnya. Hasilnya, vaksin tersebut memiliki dampak positif membasmi infeksi COVID-19 tanpa adanya efek samping.

Teknologi tersebut diharapkan mudah digunakan sehingga vaksin itu bisa diproduksi secara massal, tulis Chinanews.com.

Baca juga: China berikan hak paten vaksin COVID-19 pertama buatan CanSino
Baca juga: Iklan vaksin corona Rp1 juta per dosis marak di China


Vaksin tersebut dikembangkan oleh Laboratorium Utama Terapi Biologi pada Sichuan University yang berafiliasi dengan West China Hospital.

Vaksin tersebut memanfaatkan sel serangga agar bisa berkembang biak di dalam media kultur dan memasukkan gen COVID-19 ke dalam sel serangga.

Dengan demikian, maka sel tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan protein vaksin rekombinan berkualitas tinggi dan memurnikannya dalam tahap penyempurnaan.

Keamanan penggunaan serangga untuk memproduksi vaksin protein rekombinan telah dibuktikan dengan keberhasilan pengembangan dan pemasaran vaksin kanker serviks dan influensa di Eropa dan Amerika Serikat.

Pada April lalu West China Hospital, tim penelitian vaksin, dan industri biologi mendirikan satu perusahaan baru yang merancang lini produksi vaksin berkapasitas 100 juta dosis per tahun.

Sementara itu, vaksin inaktif COVID-19 buatan China telah memasuki uji coba klinis tahap ketiga di Peru pada Kamis (20/8).

Dua bulan sebelumnya inaktif vaksin tersebut juga mendapat persetujuan uji klinis tahap ketiga di Uni Emirat Arab.

Para peneliti yakin pada saat vaksin sudah tersedia, maka China akan memberikan vaksin tersebut kepada beberapa negara yang bekerja sama dalam pembiayaan atau memberikan donasi. 

Baca juga: Sinovac prioritaskan vaksin COVID-19 untuk Indonesia sampai akhir 2021
Baca juga: Pakar China anggap wajar kasus mutasi corona di Malaysia
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020