14 orang hilang setelah tabrakan dua kapal barang di China

14 orang hilang setelah tabrakan dua kapal barang di China

Suasana Sungai Yangtze yang mengalami kenaikan permukaan air di Kota Chongqing, China barat daya, JUmat (17/7/2020). Sungai Yangtze di China pada Jumat (17/7) pagi mengalami banjir keduanya pada tahun ini di bagian hulu setelah diguyur hujan lebat selama berhari-hari. ANTARA FOTO/Xinhua/Tang Yi/pras.

Jakarta (ANTARA) - Sedikitnya 14 orang hilang setelah dua kapal barang bertabrakan di Sungai Yangtze, China, pada Kamis.

Badan Keamanan Laut Shanghai menyebutkan bahwa pihaknya baru berhasil menyelamatkan dua orang dalam insiden yang terjadi pada pukul 03.39 waktu setempat itu.

Menurut institusi tersebut, satu kapal yang mengangkut 3.000 metrik ton bensin terbakar setelah kecelakaan dan api baru berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara satu kapal lainnya yang mengangkut pasir dan batu tenggelam beberapa saat setelah tabrakan dengan kapal tanker itu.

Baca juga: Tujuh nelayan hilang di perairan China timur

Lokasi tabrakan berada di 1,5 mil laut atau 2,8 kilometer di sebelah tenggara pelampung ringan di muara Sungai Yangtze yang menghadap ke Laut China Timur.

Pusat SAR Maritim Shanghai mengerahkan sejumlah kapal, helikopter, dan pesawat ke lokasi kejadian.

Misi pencarian para korban juga masih terus berlangsung, menurut laporan media resmi China.

Kecelakaan tersebut mengundang empati warganet yang beberapa diantaranya mengirimkan doa untuk para korban melalui platform Weibo.

"Kami tidak ingin mendengar berita buruk lagi terkait kecelakaan tersebut," demikian salah satu unggahan warganet.

Baca juga: Kapal Jepang dan China tabrakan di Laut China Timur
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020