Trump nyatakan mungkin tak ikut pertemuan puncak bahas Iran

Trump nyatakan mungkin tak ikut pertemuan puncak bahas Iran

Ilustrasi - Presiden Donald Trump pada Rabu (8/5/2019) memerintahkan sanksi baru terhadap Iran, kali ini menargetkan sektor logam industri. (ANTARA/Istimewa/pri.)

Bedminster, N.J. (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu menyatakan bahwa ia menampik ajakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk ikut dalam pertemuan puncak para pemimpin dunia untuk membahas Iran, seraya mengatakan dia mungkin tidak akan berpartisipasi.

Selama konferensi pers di Bedminster, New Jersey, klub golf, Trump juga mengatakan dia berniat untuk mengambil tindakan pekan depan untuk mendorong "pemulihan" sanksi terhadap Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami akan melakukan pemulihan," Trump mengatakan kepada para wartawan satu hari setelah Dewan Keamanan PBB menolak upaya AS memperpanjang embargo senjata pada Iran. "Kalian akan lihat ini pekan depan."

AS telah mengancam memulihkan semua sanksi PBB pada Iran menggunakan klausul dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia, dikenal sebagai pemulihan, sekalipun Trump meninggalkan kesepakatan pada 2018. Para diplomat mengatakan AS akan menghadapi perjuangan yang keras dan kompleks dalam setiap langkah untuk memulihkan sanksi terhadap Iran itu.

AS kalah dalam upayanya pada Jumat untuk memperpanjang embargo senjata PBB setelah Putin mengusulkan pertemuan puncak pemimpin dunia untuk menghindari "konfrontasi" atas ancaman AS memulihkan embargo atas Iran itu.

"Mungkin tidak" kata Trump saat ditanya apakah dia akan ambil bagian dalam pertemuan yang didukung Putin itu.

Dalam pemungutan suara DK, Rusia dan China menentang memperpanjang larangan senjata, yang akan kedaluwarsa pada Oktober.  Sebanyak 11 anggota netral, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris, sementara hanya AS dan Republik Dominika yang setuju.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Sabtu AS mengalami kekalahan memalukan di DK.

"Saya tak ingat AS mempersiapkan resolusi berbulan-bulan untuk menghajar Republik Islam Iran dan AS cuma dapat satu suara," Rouhani mengatakan dalam pidato di televisi. "Namun sukses besar bahwa AS terkalahkan dalam persekongkolan ini dengan kehilangan harga diri."

"Ini kesalahan serius, kami menyesali itu," Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pada Sabtu tentang pemungutan suara itu dan konferensi pers selama kunjungannya di Polandia.

Menlu Israel Gabi Ashkenazi mengatakan keputusan DK untuk tidak memperpanjang embargo senjata terhadap Iran akan mendorong ketakstabilan lebih jauh di Timur Tengah.

Reuters
Baca juga: Indonesia abstain atas resolusi PBB tentang embargo senjata Iran
Baca juga: DK PBB tolak resolusi AS untuk perpanjang embargo senjata Iran
Baca juga: Upaya AS di PBB untuk memperpanjang embargo senjata Iran terjegal

 
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020